Jalan ke Musi II Rusak, Komisi IV DPRD Minta Kontraktor Tanggung Jawab
erusakan jalan kawasan Musi II yang merupakan jalan negara sudah menjadi problem sejak dari dulu dan sudah berulang kali dilaporkan ke pemerintah pusa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara kawasan Musi II Kecamatan IB Palembang yang kondisi rusak parah, menuai tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali dari anggota DPRD Sumsel sebagai wakil rakyat. Bahkan kerusakan jalan negara ini sudah menjadi problem bagi legistator Sumsel dan meminta pihak kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab.
Kepada Sripoku.com Rabu (4/6/2014), Darmadi Jufri, anggota DPRD Sumsel Komisi IV Bidang Pembangunan mengatakan, kerusakan jalan kawasan Musi II yang merupakan jalan negara sudah menjadi problem sejak dari dulu dan sudah berulang kali dilaporkan ke pemerintah pusat untuk dilakukan perbaikan dengan efektif mungkin tanpa adanya kerusakan kembali.
"Sudah sering kami laporkan ke pusat. Intinya kami sangat menyayangkan kondisi jalan negara yang ada di Palembang sebagai kota metropolis, kondisinya selalu rusak. Kerusakan ini masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga (kontraktor). Kalau merasa tidak sanggup menyelesaikannya, seharusnya jangan diberikan oleh pemerintah," ujar Darmadi.
Ditegaskan Darmadi, pemerintah secepatnya mengambil tindakan tegas kepada pihak ketiga sebagai pelaksana perbaikan jalan. Dikarenakan setiap pembangunan memiliki masa jeda waktu dalam kelayakan sebuah pembangunan. Terutama perbaikan jalan raya yang setiap waktu dilintasi kendaraan.
"Aturan main perbaikan jalan kawasan Musi II harus tegas. Seharusnya pemerintah jangan memberikan lagi proyek perbaikan jalan kepada pihak ketiga yang hasilnya tidak beres," ungkap fungsionaris dari DPD PDI Perjuangan Sumsel.
Akibat keruskan jalan yang tak kunjung selesai perbaikannya, Darmadi mengatakan, banyak pihak yang dirugikan. Terutama bagi masyarakat sebagai pengguna jalan. Seperti diketahui saat ini, di lokasi saban hari selalu terjadi kemacetan. Bahkan sebgaian jalan terdapat lobang akibat dilintasi kendaraan yang bertonase besar.
"Proyek perbaikan jalan di lokasi akan terus kita pantau sampai tuntas. Kami sangat menyesalkan perbaikan jalan yang kinerjanya lambat dan hasilnya tidak begitu efektif. Lihat saja akibatnya, macet, banjir, jalan rusak bahkan sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak serta tak kunjung selesai dalam perbaikkannya," tegas Darmadi.