Pilkades Jadi Ajang Perjudian
Fortuner Jadi Barang Taruhan
Mereka yang umumnya memang dikenal sering berjudi di wilayah itu cukup menjagokan salah seorang kandidat yang bertarung dalam Pilkades.
SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Ironis, di tengah semangat memerangi money politic dalam pemilu, justru masih banyak warga yang memanfaatkan momen itu untuk bagi-bagi uang ke mata pilih dengan maksud agar menang taruhan. Itu terjadi dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di sejumlah desa dalam wilayah Kota Lahat. Tak hanya uang tunai ratusan juta rupiah yang dipertaruhkan, tapi juga mobil dan sertifikat kebun.
Caranya sederhana. Mereka yang umumnya memang dikenal sering berjudi di wilayah itu cukup menjagokan salah seorang kandidat yang bertarung dalam Pilkades. Sebelumnya, para penjudi ini mengumpulkan informasi untuk mengetahui desa mana yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa, termasuk siapa saja kandidat atau calonnya.
Jika sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mereka mendatangi kandidat yang dijagokan dan menawarkan dana yang diperlukan untuk pemenangan. Biasanya dana tersebut dibagikan kepada mata pilih sehingga tercipta money politic. Tidak jarang, para penjudi juga ikut terlibat dalam usaha memenangkan kandidat yang dijagokan.
Ketika jagoan sudah ada, deal politik sesuai harapan dan lawan siap, maka taruhan pun dimulai. Ada satu lawan satu, ada pula yang terdiri dari beberapa petaruh. Para penjudi akan menyerahkan uang atau barang taruhan kepada seorang yang disebut saksi, tentu saja sebelum Pilkades dimulai. Saksi adalah orang yang memang sudah disepakati kedua belah pihak petaruh.
"Yang menang akan ditentukan setelah pemungutan dan penghitungan suara. Jadi yang jagoannya terpilih jadi kepala desa, dialah (penjudi) yang menang," kata RN (56), yang mengaku pernah menjadi saksi taruhan dalam Pilkades di wilayah Kecamatan Tanjungsakti
PUMI, Lahat sekitar tiga bulan lalu.
Kepada Sripo, Selasa (6/5/2014) lalu, RN mengatakan, selain dari wilayah Lahat, bandar judi umumnya datang luar, seperti Pagaralam, Empatlawang dan beberapa daerah yang berdekatan. Dibanding ke ibukota Lahat, Kecamatan Tanjungsakti memang lebih dekat ke
Pagaralam.
"Saya pernah jadi saksi. Taruhannya uang Rp 300 juta dan mobil Fortuner yang harganya Rp 400 juta lebih," katanya.
Dia menceritakan, saat pemilihan kades berlangsung, uang taruhan para penjudi sudah dipegangya termasuk satu unit mobil lengkap dengan surat-suratnya.
"Aturan mainnya, saat pemilihan berlangsung rombongan pelaku judi ini sudah harus menyerahkan taruhan kepada saksi. Jadi yang pegang uang dan mobil serta suratnya saya," kata RN.
Menurut dia, tidak hanya uang dan kendaraan yang menjadi barang taruhan. Banyak juga penjudi yang berani menjadikan lahan kebun dan rumah sebagai jaminan. "Sawah, kebun bahkan rumah juga kadang dipertaruhkan. Memang saat ini kegiatan ini marak dilakukan warga saat ada pemilihan kades. Para pelaku ini rela datang jauh-jauh hanya untuk bertaruh,"
ujarnya.
R, salah seorang tim sukses calon kepala desa di Kecamatan Pajarbulan, Lahat mengaku banyak mendapat suntikan dana dari para penjudi. Tim sukses bertugas membagikan uang dengan jumlah tertentu ke basis kandidat lawan.
"Mereka ini tidak segan-segan datang ke rumah calon kades dengan menawarkan dana pemenangan calon kades tersebut. Bahkan mereka juga siap memcarikan suara agar calon jagoannya bisa menang," ujarnya. (mg16)