Breaking News:

Investor Asing Minta Tanah 100 Hektar

Sumber Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan

Ketika isu lingkungan makin keras disuarakan oleh kelompok 'hijau', sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarui menjadi aset berharga.

ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Indonesia merupakan negara tropis yang hanya mengalami dua musim. Panas dan hujan. Matahari akan bersinar sepanjang tahun, meskipun pada musim hujan intensitasnya berkurang. Kondisi iklim ini menyebabkan matahari dapat menjadi alternatif sumber energi masa depan di Indonesia.

Indonesia, khususnya Sumsel mempunyai cadangan minyak dan gas bumi melimpah dan sebagian telah dieksploitasi. Masalahnya, minyak dan gas bumi adalah sumber energi yang terbatas. Tanpa pemakaian yang bijaksana, suatu saat sumber tersebut akan habis. Selain itu, pembakaran minyak dan gas bumi menimbulkan polusi udara.

Ketika isu lingkungan makin keras disuarakan oleh kelompok 'hijau', sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarui menjadi aset berharga. Apalagi penggunaan energi surya Indonesia saat ini masih kurang dari lima persen dari total pemakaian energi nasional.

Semua jenis polusi rata-rata ditimbulkan dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada hentinya. Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi sudah merupakan keharusan di seluruh dunia.

Salah satunya dengan hemat bahan bakar dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Maka diketahui PLTS menjadi salah satu sumber energi yang terbarukan.

PLTS dengan menggunakan solar cell, dapat mengubah sinar matahari menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif di dalam cell modul tersebut karena perbedaan elektron.

Hasil dari aliran elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi battery atau aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan. Rata-rata produk modul solar cell yang ada di pasaran menghasilkan tegangan 12 sampai dengan 18 VDC dan ampere antara 0.5 sampai dengan 7 Ampere. Ada juga yang memiliki kapasitas beraneka ragam mulai kapsitas 10 Watt Peak sampai dengan 200 Watt Peak.

Beberapa solar cell dikembangkan untuk keperluan rumah tangga dengan skala kecil, contohnya Penerangan Listrik Rumah (PLR). Bentuk solar cell umumnya persegi empat dilapisi plastik atau kaca bening yang kedap air. Panel ini dikenal sebagai panel surya.

Ada beberapa jenis panel surya yang dijual di pasaran. Jenis pertama, yang terbaik saat ini, adalah jenis monokristalin. Panel ini memiliki efisiensi 12-14 persen. Jenis kedua adalah jenis polikristalin atau multikristalin, yang terbuat dari kristal silikon dengan efisiensi 10-12 persen. Jenis ketiga adalah silikon jenis amorphous, yang berbentuk film tipis. Efisiensinya sekitar 4-6 persen. Panel surya jenis ini banyak dipakai di mainan anak-anak, jam dan kalkulator.

Yang terakhir adalah panel surya yang terbuat dari GaAs (Gallium Arsenide) yang lebih efisien pada temperatur tinggi. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung digunakan atau disimpan lebih dahulu ke dalam batere.

Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrivikasi untuk pedesaan. Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat.

Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan kebutuhannya.

Melihat tren harga sel surya yang semakin menurun dan dalam rangka memperkenalkan sistem pembangkit yang ramah lingkungan, pemanfaatan PLTS dengan sistem individu semakin ditingkatkan. Paling tidak ada lima keuntungan pembangkit dengan tenaga surya. Pertama energi yang digunakan adalah energi yang tersedia secara cuma-cuma. Kedua perawatannya mudah dan sederhana. Ketiga tidak terdapat peralatan yang bergerak, sehingga tidak perlu penggantian suku cadang dan penyetelan pada pelumasan. Keempat peralatan bekerja tanpa suara dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Kelima dapat bekerja secara otomatis.

PLTS akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.
Dalam cahaya matahari terkandung energi dalam bentuk foton.

Ketika foton ini mengenai permukaan sel surya, elektron-elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan aliran listrik. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip photoelectric. komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. (mg5)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved