Breaking News:

Investor Asing Minta Tanah 100 Hektar

Bangun PLTS 50 MW di Kawasan TAA

SGI-Mitabu memilih Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai proyek percontohan yang nantinya menjadi PLTS terbesar di Indonesia.

ISTIMEWA
Peta Provinsi Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perusahaan patungan The Solar Guys International and Mitabu Australia (SGI-Mitabu), siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Tanjung Api-Api (TAA). Tak tanggung-tanggung, nilai investasinya tidak kurang dari 100 juta Dolar AS atau setara Rp 1,45 triliun (kurs tengah: Rp11.454).

"Kita sudah melihat, mengumpulkan data dari citra satelit dan sudah beberapa kali ke lokasi," kata CEO SGI-Mitabu, Rusyidi saat dibincangi Sripoku.com, Sabtu (15/3/2014).

SGI-Mitabu memilih Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai proyek percontohan yang nantinya menjadi PLTS terbesar di Indonesia. Perusahaan konsorsium ini menggandeng beberapa perusahaan seperti Kyocera Corporation dari Jepang yang membawa peralatan Sollar Cell dan Takenaka selaku kontraktor utama. Selain itu, perusahaan dari Jerman yakni SMA juga dilibatkan dalam Inverter.

"Pemprov Sumsel mendukung penuh pembangunan ini, makanya kami memilih Sumsel sebagai pengembangan teknologi terbarukan PLTS. Tak lama lagi, TAA ditetapkan menjadi KEK, dan kami sudah tidak sabar menunggu," ujarnya.

Rusyidi menjelaskan, pihaknya membutuhkan paling tidak 100 Hektare lahan terbentang untuk menempatkan panel tenaga surya. Kebutuhan lahan itu akan disesuaikan dengan rekomendasi dari PD PDE, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumsel yang menjadi mitra lokal SGI-Mitabu. Menurut dia, pembangunan PLTS dengan kapasitas 50 MW, SGI-Mitabu, SMA, Kyocera dan Takaneka hanya membutuhkan waktu sekitar setahun.

"Prosesnya cepat, maka mulai dari sekarang kita menyiapkan kebutuhan. Begitu PT PDE sudah menentukan lokasinya, kita langsung bangun," katanya.

Sementara itu pimpinan Divisi Penjualan Energi Solar Internasional Tim Asia 2, Kyocera Corporation, Yuji Sugiyama menerangkan, pihaknya akan membawa panel surya terbaik yang mereka punya. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai perusahaan penyedia panel surya, Yuji menegaskan komitmen mereka untuk membangun PLTS di TAA.

"Kyocera sudah mengembangkan PLTS sejak 1992, jadi kami yang berpengalaman dalam teknologi ini. Kami akan membawa ini ke Indonesia. Banyak panel surya yang terpasang hanya kelas II dan III, tapi panel surya milik Kyocera mempunyai efisiensi tinggi dan degradasi kurang dari dua persen dalam 25 tahun," sebutnya.

Direktur PD PDE, Caca Isa Saleh menyambut positif keinginan investor Australia dan Jepang untuk membangun PLTS di TAA ini. Sebagai perusahaan daerah yang ditunjuk sebagai pengelola TAA, PD PDE memastikan ketersediaan lahan untuk PLTS.

"Mereka sudah empat kali meninjau lokasi, tapi mau tidak mau harus menunggu Perpres KEK dulu baru bisa bangun. Kita sudah siapkan lahan 100 Hektare untuk pembangkit, dan bisa kurang tergantung dari sudut panel. Apabila membentang miring maka dibutuhkan lebih sedikit lahan," kata Caca saat dibincangi, Selasa (25/3/2014). (mg5)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved