Uang Sertifikasi Diminta Kembali

Guru di Palembang Syok Diminta Kembalikan Tunjangan Sertifikasi

Beberapa guru mengaku syok, karena uang tersebut sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membiayai kuliah anaknya.

Guru di Palembang Syok Diminta Kembalikan Tunjangan Sertifikasi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah guru yang belum menerima SK pencairan sertifikasi terpaksa harus mengembalikan uang tunjangan sertifikasi yang sudah diterima selama ini. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 23 juta. Instruksi pengembalian ini langsung dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, karena ada kesalahan data penerima.

Beberapa guru mengaku syok, karena uang tersebut sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membiayai kuliah anaknya.

AA, salah seorang guru SMP Negeri di Palembang salah satunya. Dia mengaku terkejut ketika diminta mengembalikan uang sertifikasi yang sudah diterimanya selama enam bulan (dua triwulan) pada September dan Desember 2013 sebanyak Rp 23,5 juta.

"Sejak mengikuti sertifikasi 2010, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam pencairan. Tetapi justru ketika bermasalah saya harus mengembalikan uang untuk dua triwulan yang nilainya cukup besar," kata AA, pekan lalu.

Meski mengaku sangat berat, AA tak bisa berbuat banyak. Ia pun menyatakan akan berusaha mengembalikan uang tersebut secepatnya. "Saya sudah cicil separuh. Sisanya, masih saya pikirkan. Yang jelas saya pasrah saja," ujarnya.

Nasib serupa juga dialami RN yang juga guru PNS SMP Negeri di Palembang. Meskipun uang yang harus dikembalikan hanya sekitar Rp 10 juta, namun tetap saja dia merasa syok dan sangat kesulitan untuk mengembalikannya. Sebab, uang tunjangan sertifikasi untuk triwulan keempat tahun 2013 tersebut sudah digunakan untuk membayar biaya kuliah dua anaknya.

"Sekarang saya masih berusaha cari uang pinjaman untuk mengembalikan uang tersebut. Jika tidak, saya menyalahi aturan. Tapi jujur saya juga tidak tahu uang tersebut cair padahal SK saya belum turun," katanya.

Bukan Hak Mereka
Apa yang dialami AA dan RN menimbulkan tanda tanya besar, mengapa hal itu bisa terjadi. Kepada Sripo, Kepala Disdikpora Palembang, Ahmad Zulinto, melalui Kepala Bidang SMP/SMA, Lukman Haris menjelaskan, memang ada beberapa guru yang diminta mengembalikan uang sertifikasinya. Menurut dia, itu karena guru-guru ini belum memiliki SK pencairan dana sertifikasi yang menjadi salah satu syaratnya.

Dikatakan, banyaknya data yang harus diproses membuat pihaknya menemui kesulitan hingga terjadi kesalahan dalam pencairan tunjangan tersebut. "Jumlahnya tidak banyak. Kita sudah meminta mereka mengembalikan, karena memang itu belum menjadi hak mereka. Ini karena kurang ketelitian kita saja. Jadi yang seharusnya guru itu belum menerima, malah sudah terima," jelasnya.

Menurut Lukman, penyebab pastinya hingga kini masih diselidiki, agar kesalahan seperti ini tidak lagi terulang dan guru yang menjadi korban. Mengenai kesulitan guru untuk mengembalikan, menurut dia, bisa saja diganti dengan uang sertifikasi selanjutnya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved