Resensi Buku
Masa Depan Demokrasi Mesir
Tersingkirnya rezim absolut Hosni Mubarak yang memegang kuasa tiran selama 30 puluh tahun, lewat revolusi rakyat dukungan militer
Inilah revolusi kedua Mesir yang gagal menegakkan roh demokrasi. Mesir kembali tersungkur ke dalam lembah perseteruan sipil-militer, perebutan kekuasaan antara militer dan Ikhwanul Muslimin semakin mendidih, dan korban jiwa terus berjatuhan, sungguh ironis (hlm. 320-326).
Secara refelktif, ikhtiar Trias Kuncahyono lewat buku ini mencoba mengingatkan siapapun agar tak mabuk kekuasaan.
Kekuasaan harus terbatas demi kepentingan rakyat, kekuasaan yang absolut hanya akan merugikan rakyat ke titik nadir, nelangsa dan nestapa (hlm. 331).
Sudah cukuplah tragedi demokrasi di Mesir—selama lebih enam dasawarsa—hidup dalam demokrasi semu di bawah kekuasaan moncong senjata militer menjadi pembelajaran nyata bagi Indonesia dan dunia. Selamat membaca.
Judul Buku : Tahrir Square
Penulis : Trias Kuncahyono
Penerbit : Buku Kompas, Jakarta
Tahun : Juli, 2013
Tebal : xxvi +392 halaman
ISBN : 978-979-709-728-8
Pengirim:
Muhammad Bagus Irawan, peneliti Idea Studies Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo.