Palembang Banjir
Masjid Al-Huda, Batal Jum'atan
HUJAN deras yang mengguyur kota Palembang sejak Kamis malam hingga kemarin,
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Posisi Masjid Al-Huda berada di pinggiran poros Jalan Kol H Barlian Km 1 atau 20 meter sebelum Mapolsek Sukarami, Masjid ini langganan banjir jika hujan deras menguyur kota Palembang. Namun menurut warga, genangan air yang merendam masjid kali ini cukup serius karena sisi kanan masjid sudah dibangun kompleks Ruko Bandara Mas dan dilakukan penimbunan. Sebenarnya, saat pembangunan Kompleks Ruko sripo pernah mengkonfirmasi kepada pengurus masjid, tetapi salah satu pengurus masjid yang dihubungi via telepon tidak mempersoalkannya.
Padahal, seperti diketahui sebelum kompleks ini dibangun, terdapat Rumah Makan Padang Tri Arga yang selalu mengalami banjir hingga batas pinggang orang dewasa begitu hujan menguyur Palembang, khususnya di kawasan Talangbetutu.
Hingga sore kemarin, beberapa petugas kebersihan dan PU kota Palembang masih sibuk mencari sumbatan air, tetapi tetap saja belum berhasil. Sementara, shalat Jumat yang biasa digelar di Masjid tersebut terpaksa tidak bisa digelar.
Untuk shalat Jumat, warga terpaksa mengungsi ke masjid yang sedikit lebih jauh, sementara untuk Masjid Al Maghfiro Asrama Haji untuk sementara ditutup karena digunakan sebagai debarkasi haji Sumsel.
Melihat kejadian ini, beberapa warga justru mengkritik instansi pemerintah kota Palembang, khususnya Dinas Tata Kota yang tidak mempedulikan aspek lingkungan dalam memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Ruko.
“Tidak ditimbun saja sudah banjir, apa lagi ditimbun untuk Ruko,” kata Darussalam (45).
Sementara Djoko Santoso (40), warga yang tinggal di belakang Ruko Bandara Mas, terpaksa belum dapat masuk ke rumahnya karena air tinggi 70 cm.
Banjir mengepung hampir semua kawasan di Palembang menyusul hujan deras sejak Kamis (8/11) sore. Kondisi ini membuat repot warga. Bahkan beberapa sekolah terpaksa diliburkan.
Pantauan Sripo hampir disemua sisi jalan tampak genangan air, mulai dari Simpang Sekip, kawasan Sudirman, jalan Basuki Rahmat, simpang polda hingga KM 11 dikepung banjir.
Warga yang beraktifitas dipagi hari harus berjibaku dengan air. Mereka terpaksa melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal diatas jok motor. Raungan motor terus menerobos genangan yang tingginya hampir selutut orang dewasa. Banjir bahkan tidak surut hingga pukul 11.00, Jumat (9/11) siang.
Dikawasan Sekip jalan Madang dan jalan Selada, air bahkan menyusup masuk hingga rumah penduduk. Sejak subuh, warga jalan Selada mengaku sibuk mengangkat perabot, agar tidak rusak.
“Sejak. Jam 04.00 dinihari, air mulai masuk. Padahal kami sudah hadang dengan delapan karung pasir di pintu depan dan belakang, tapi air tetap masuk,” kata Sumirah kepada Sripo.
Ibu empat anak ini mengaku tidak bisa tidur. Sejak sore, dia sudah mengantisipasi dengan memasukkan pasir ke karung. Pasir itu dia susun dekat lubang-lubang pintu. Sumira mengaku meski kawasannya sering banjir, tapi air tidak setinggi ini.
“Tinggi sekali airnya, tangan saya saja sampai lembab begini, dari semalam terus mengeluarkan air ke luar,”kata dia.
Kondisi ini ternyata berlawanan dengan siswa di beberapa sekolah, seperti di SD 177, SDN 178, SMP dan SMA Nurul Amal. Mereka justru bersukaria. Karena bisa pulang cepat akibat banjir. Bahkan siswa SD 177 sempat kegirangan ketika sekolah memutuskan memulangkan siswa.
Sementara Kepala SMA Nurul Amal di jalan Selada Sekip Tengah, Roma MPd kepada Sripo di ruang kerjanya, mengaku terpaksa memulangkan siswa lebih cepat. Awalnya dia berharap banjir bisa surut dua hingga tiga jam, ternyata air belum juga mengering hingga pukul 10.00. (sin/why)