Ilmu dan Mantra Pelet Bujang Gadis dari Lampung

Sementara untuk jasa paket pembelajaran museum hanya Rp 2.500 per orang untuk tiga jam pelajaran.

Editor: Hendra Kusuma
zoom-inlihat foto Ilmu dan Mantra Pelet Bujang Gadis dari Lampung
Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Kertas berisikan mantra bujang-gadis yang berbentuk memanjang, koleksi dari Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai", Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Tak hanya rumahnya, lumbung pun dibawa serta. Ada hal unik dari lumbung tersebut. Di bagian pintu terdapat alarm tradisional. Pencuri yang nekat membuka pintunya akan terkena panah beracun. Sebuah pasak dipasang di depan pintu. Jika terinjak, maka panah meluncur.


“Tidak mematikan. Biasanya si pencuri jadi kaku tangannya. Yang pasang alarm adalah anak laki-laki tertua di rumah itu dan hanya si anak itu yang tahu di mana dia taruh pijakan pemicu alarm. Bapaknya pun tidak tahu,” cerita Oki.


Berkeliling di museum ini memang tak cukup hanya satu hari. Apalagi jika  Anda dipanduk oleh petugas museum. Oleh karena itu, pihak museum juga menyediakan aneka program menarik. Dengan maksimal 10  orang, peserta bisa bebas menyentuh alat peraga yang disediakan.


“Ada lima paket yang kami sediakan sesuai temanya, mulai dari masyarakat prasejarah, Hindu Buddha, Islam, tentang tenun, dan tentang Radin Inten II. Inilah uniknya museum kami, satu-satunya museum yang koleksinya bisa disentuh. The museum that you can touch anything,”  ungkap Oki berpromosi.


Memang, tak semua yang bisa disentuh, hanya alat-alat peraga tertentu saja. Tak heran, semboyan yang dilontarkan pun “anything” bukan “everything”. Oki menuturkan beberapa koleksi bisa disentuh karena proses konservasi tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. 

Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” bisa jadi salah satu museum provinsi terbaik di Indonesia. Museum yang baru saja mengalami proses revitalisasi tersebut, mendapatkan wajah baru di bulan Juli kemarin.


Museum ini hadir dengan tampilan yang lebih rapi dan nyaman. Tata cahaya setiap koleksi yang dramatis dan koleksi dibagi seturut masa maupun sesuai budaya, hingga mudah dipahami pengunjung. Belum lagi ada efek suara di salah satu ruangan.


Di bagian depan, peta menunjukkan pembagian ruangan. Jangan lupa berbelanja suvenir di area masuk. Layar televisi tak sekadar pajangan, namun menampilkan dokumentasi tentang isi museum maupun tentang Lampung itu sendiri.


Semuanya tampil apik dan menawan. Jangan kaget dengan harga tiket masuknya, hanya Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 500 untuk anak-anak. Museum ini hanya buka hingga pukul 14.00 dari pukul 08.00. Khusus di  hari Jumat, buka dari pukul 08.00 hingga 10.30.


Sementara untuk jasa paket pembelajaran museum hanya Rp 2.500 per orang untuk tiga jam pelajaran. Jika Anda penggemar sejarah maupun budaya, museum ini wajib dikunjungi. Pesonanya akan “memelet” Anda layaknya mantra bujang-gadis.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved