Mimbar Jumat
Manfaat dan Keutamaan Belajar Tahsin Alquran
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum
Penulis: admin | Editor: Bedjo
Tajwid berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwidan yang maknanya membaikkan atau membuat bagus. Menurut bahasa (lughawi) adalah membaguskan sesuatu. Sedangkan menurut istilah bermakna mengucapkan sesuatu bunyinya huruf dengan benar dan bagus.
Para ulama spesialis Alquran mendefinisikan tajwid sebagai mengeluarkan atau mengucapkan huruf-huruf menurut hak aslinya satu persatu, sambil tiap-tiap huruf diucapkan menurut ucapan bunyi aslinya dan menurut haknya, secara sempurna dengan suara yang tidak dipaksakan.
“Barangsiapa yang hendak membaca Alquran dengan suara beralun dan gemulai sebagaimana Alquran diturunkan itu dibacanya menurut ba caan Ibnu Ummi ‘Abd,” kata Ibnu Mas’ud. Dia menambahkan lagi, “Tajwidkanlah olehmu membaca Alquran itu.”
Imam Jazari, seorang ulama dan pakar Tajwid Alquran berujar dalam matan ‘Al-Jazari’-nya, bahwa membaca Alquran dengan tajwid adalah sebuah keharusan. Siapa yang tidak mentajwidkan Alquran maka ia berdosa. Karena dengan tajwid Allah menurunkannya dan demikianlah ia sampai kepada kita juga dengan tajwid.
Tujuan mempelajari ilmu tajwid, kata M Humaidi, agar kita dapat membaca Alquran dengan benar dan fasih, jelas dan tartil sehingga bacaan bisa benar dan seragam. “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS Al-Muzammil 4). Dengan bacaan yang benar dan fasih serta tartil kita sudah terlepas dari tuntutan dan tentu saja akan memperoleh pahala dan ridha dari Allah SWT.
Dalam sebuah hadist berderajat shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, seperti yang tersebut dalam hadist Arbain Nawawiyyah, Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah, naiklah (ke atas surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kami dulu pernah membacanya di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu di surga terdapat pada akhir ayat yang kamu baca.”
***
MANFAAT lain dari Tahsinul Quran adalah dapat merangsang hati untuk melakukan tadabbur (perenungan) ayat yang sedang dibaca. Hanya dengan tilawah yang baik dan suara yang bagus lantunan suara ayat-ayat suci Alquran menjadi indah, meresap dan menggerakkan pikiran si pembacanya.
Sebaliknya bacaan yang masih belum baik dan berantakan justru membuat keindahan mukjizat Alquran menjadi hilang. Akibatnya tilawah Alquran pun mengendur. Inilah dampak negatif tilawah yang serampangan dan tanpa bimbingan dari seorang guru.
Sebagai umat Islam, penulis mengajak kepada semua kita para ikhwan, mari mulai hari ini jangan pernah berhenti memperbaiki tilawah Alquran kita dengan menghadiri pengajian pendalaman Alquran atau mendatangkan guru mengaji ke rumah kita dan untuk anak-anak mari kita masukkan mereka ke lembaga Taman Pendidikan Alquran (TP Alquran) yang sudah tersebar hampir di setiap masjid. Ini semua harus dilakukan karena memperbaiki tilawah Alquran men jadi lebih baik adalah kewajiban setiap muslim dalam mengimani dan bermuamalah dengan Allah SWT. Dan karena Alquran adalah jantungnya Islam.
Akhirnya, semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang membuktikan imannya kepada Alquran dengan se nantiasa memperbagusi bacaannya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akherat. Amin ya robbal alamin.