Anggam Sempat Kirim SMS

Warga Desa Gasing Kecamatan Talangkelapa

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
PALEMBANG, SRIPO — Warga Desa Gasing Kecamatan Talangkelapa Senin (28/11) sekitar pukul 06.30 mendadak gempar. Pasalnya, dari dalam sebuah warung nasi yang berada di Jalan Tanjung Api-api ditemukan sepasang kekasih dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Jenazah wanita tak bernyawa di atas tempat tidur dengan keadaan leher dan tangan terikat tali. Sementara jasad pria, tergantung di pintu dapur warung.

Setelah diidentifikasi petugas, wanita tersebut adalah Vera binti Josi (28) warga RT 18 RW 02 Kelurahan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa. Sedangkan kekasihnya, Anggam Haris Osmada alias Heri (39) warga Jalan Bengkalis No 52 RT 04 RW 02 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Dugaan sementara kedua sejoli ini tewas akibat bunuh diri. Namun polisi terus mendalami penyebab kematian keduanya karena ditemukan sejumlah kejanggalan diantaranya, jenazah di leher Vera terikat tali. Kejanggalan lainnya, kedua tangan Vera dan Anggam juga terikat tali.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di warung nasi, ditemukan Ponsel milik kedua korban. Setelah dibuka, ternyata Anggam sempat mengirim SMS kepada Vera untuk bunuh diri.

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Himawan SIk ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa dari hasil olah tempat kejadian pihaknya menemukan dua unit handphone milik kedua korban. Saat dibuka, ternyata ada pesan singkat dari Anggam mengajak Vera untuk bunuh diri bersama. Diduga lantaran inilah, keduanya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. “Ada SMS dari laki-laki untuk bunuh diri bersama, tetapi kita masih melakukan penyelidikan juga. Kita juga merasa kesulitan untuk melakukan pengembangan karena kedua keluarga menolak untuk melakukan otopsi,” ujarnya.

Himawan juga menambahkan, bahwa hingga kini dugaan sementara murni bunuh diri dan kini masih terus melakukan pengembangan. Karena di lokasi tidak ada barang-barang berharga kedua korban yang hilang dan bekas perkelahian, namun tidak menutup kemungkinan lain atas tewasnya kedua korban. Pihaknya juga akan terus melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi-saksi untuk lebih memastikan kematian keduanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Vera Kurniati (26) ternyata tinggal dijalan Perumdam I No 1120 Kecamatan Karyabaru Banyuasin, sedangkan Anggam tinggal di Jl Puncak Sekuning No 521 RT 007 RW 002 Kelurahan Lorok Pakjo IB I Palembang.

Terikat Tali
Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh Insan (24), sepupu Vera. Ia juga yang menemukan Anggam tergantung di pintu dapur dengan kondisi leher dan tangan terikat tali.
Insan begitu terkejut saat melihat saudara perempuannya tersebut, sudah membujur kaku di atas tempat tidur dengan kondisi yang sangat aneh. Leher terikat dan tangan terikat tali.

Sontak, Insan keluar warung dan meminta pertolongan warga. Beberapa warga lainnya langsung menghubungi SPK Polsek Talang Kelapa. Bersama dengan anggota reskrim Polsek Talang Kelapa dan tim identifikasi dari Polda Sumsel langsung mengamankan lokasi kejadian (TKP).

Kapolres Banyuasin, AKBP Ahmad Zaenuddin membenarkan penemuan dua jasad dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah warung makan di Kelurahan Talang Keramat. Namun, dikatakan dia, pihak Polsek Talang Kelapa masih melakukan penyidikan dan pengembangan lanjutan.

Namun, dikatakan Kapolres, jika kuat dugaan keduanya melakukan bunuh diri. Sementara, motif pembunuhan atau bunuh diri, juga masih dicari kebenarannya.

”Ya benar. Ada ditemukan dua jasad dalam kondisi tewas di warung makan milik bapak korban. Kita masih lakukan pengembangan penyidikan. Tapi sayangnya, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Tetapi untuk dugaan sementara, keduanya tewas akibat bunuh diri,” ujarnya.

Menurut Fadli adik Vera, seperti biasa subuh dia datang ke warung nasi Vera yang ada di lokasi kejadian untuk mengantarkan kakak perempuannya belanja ke pasar. Ketika masuk ke dalam warung, be-tapa terkejutnya Fadli melihat Anggam telah tewas tergantung di dapur warung. Saat mencoba membangunkan Vera yang mukanya tertutup kain, ternyata tidak bangun-bangun. Penasaran, Fadli menendang kaki Vera namun masih tetap tidak bangun juga.
Saat muka Vera yang tertutup kain dibuka, ternyata leher Vera juga telah terjerat tali dan tak bernyawa lagi.

Seorang pria setengah baya yang enggan menyebutkan namanya dan mengaku masih keluarga dari Vera menuturkan, korban telah cukup lama membuka warung nasi di lokasi kejadian dan warung nasinya buka selama 24 jam. “Dia itu memang janda anak satu, anaknya masih sekolah TK. Aku juga jarang ke sana, kalau saat lewat dan ada pekerjaan terkadang mampir ke sana,” ujarnya. (mg14/udn)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved