Meninggal di Singapura, Moerdiono Dimakamkan di Kalibata

Mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Meninggal di Singapura, Moerdiono Dimakamkan di Kalibata
Sripo/Ist
Moerdion.
JAKARTA, SRIPO — Mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono tutup usia pada umur 77 tahun. Moerdiono yang sudah hampir dua bulan di rawat di Rumah Sakit Gleneagles Singapura meninggal dunia tepat pukul 19.40 waktu setempat.

“Rencananya almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Sabtu,” kata putri Moerdiono, Ninuk Mardiana Pambudy.

Jenazah akan dibawa dari rumah sakit ke Kedutaan Besar RI di Singapura dan disemayamkan di sana hingga besok pagi. Setelah itu, pada Sabtu pagi langsung diterbangkan ke Jakarta, dan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Moerdiono adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Indonesia yang menjabat selama dua periode. Yakni pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993-16 Maret 1998).

Pria kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934 sejak awal meniti kariernya di sekretaris negara. Ia dikenal dekat dengan Soedharmono. Juga mantan Presiden Soeharto.

Setelah mengenyam pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang tahun 1957 dan Lembaga Administrasi Negara (1967), Moerdiono memulai kariernya menjadi Staf Sekretariat Negara (1966), Asisten Menteri Sekretaris Negara Urusan Khusus (1972) dan Sekretaris Kabinet (1981-1983).

Moerdiono aktif juga sebagai Ketua PB Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PB Pelti) dan Ketua Panitia Koordinasi Kerja Sama Teknik Luar Negeri.

Moerdiono menerima penghargaan Bintang Yudha Dharma Nararya (1986), Bintang Mahaputera Adipradana (1987), dan Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 1994.
Moerdiono meninggalkan istri Marijati dan empat anak (Ninuk Mardiana Pambudy, Indrawan Budi Prasetyo, Novianto Prakoso, dan Baroto Joko Nugroho)

Sementara menurut pengacara keluarga Moerdiono, Henry Yosodiningrat, kliennya itu meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
“Kalau penyakitnya sudah lama, ya. Dia menderita komplikasi,” kata Henry.

Empat Istri
Dalam biografi yang ditulis di Wikipedia, Moerdiono memiliki empat istri yaitu : Maryati istri pertama yang sudah dinikahinya selama 50 tahun, penyanyi keroncong legendaris Soendari Soekotjo, penyanyi dangdut Machica Moecthar, dan Poppy Darsono (nikah siri) dari perkawinannya dengan Maryati, Moerdiono  mendapatkan anak sebanyak 4 orang dan dari pernikahan siri dengan Machica Moecthar Moerdiono mendapatkan seorang anak.

Mayor Jenderal (Purn) TNI AD, adalah pangkat terakhir Moerdiono saat menjabat Mensesneg. Beberapa bulan sebelum meninggal muncul kabar Moerdiono yang tengah sakit di Singapura bersikeras menggugat cerai istrinya.

Keluarganya tidak terima akan keputusan Moerdiono yang lebih memilih Poppy Dharsono ketimbang istrinya Maryati. Bahkan Moerdiono kemudian muncul ke publik.

Ia memberikan pernyataan bahwa keputusannya itu benar. Dan, ia mengaku berutang nyawa pada Poppy. Kini segala kontroversi itu berakhir. Selamat jalan Pak Moer!
(tribunnews.com)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved