Sumur Gas Medco Meledak
Diduga terjadi blow out, sebuah sumur Lagan Deep-1
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Akibatnya seluruh petani karet dan pekerja terutama yang berada di lokasi terpaksa dievakuasi di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Muaraenim, Selasa (13/9) pukul 23.00.
Berdasarkan pengamatan dan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Rabu (14/9), lokasi semburan liar gas bercampur lumpur tersebut terletak sekitar 50 Km dari Kota Muaraenim. Atau sekitar dua kilometer dari pemukiman penduduk.
Namun suara gemuruh semburan sempat terdengar sampai radius satu kilometer. Suara itu akibat tembakan semburan yang bercampur gas dan lumpur. Karena tekuat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semburan terpaksa diarahkan ke sisi kiri sumur rig.
Kuatnya tendangan menyebabkan beberapa kebun karet milik warga yakni atas nama Ismail dan Tambat yang bersebelahan dengan lokasi rig terpaksa diamankan bersama para pekerja sumur bor. Bahkan para petani dilarang menyadap dan menghidupkan api untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurut Iwan, warga Ujan Mas Lama, sumur tersebut meledak sekitar pukul 23.00. Setelah terdengar suara ledakan kemudian keluarlah suara gemuruh disertai dengan semburan gas bercampur lumpur. Saking kerasnya semburan tersebut bisa mencapai sekitar 100 meter mengarah ke arah perkebunan karet milik warga.
Akibatnya warga sekitar terpaksa tidak bisa melakukan aktifitas menyadap karet. Mereka juga dilarang menghidupkan api karena dikhawatirkan akan memicu ledakan.
“Kami berharap, pihak PT Medco dan pihak terkait untuk serius menanganinya. Selain itu juga, untuk cepat memperhatikan kebun karet milik warga yang terkena dampak tersebut. Akibat aliran lumpur yang menggenangi kebun warga tidak bisa mencari makan,” tegasnya.
Menurut Kabid Kerusakan Lingkungan dan Pengendalian Lingkungan BLH Muaraenim, Edi Erson, didampingi Kabid Energi Dinas Pertambangan Muaraenim Azhar, pihaknya sedang menginvestigasi, memverifikasi dan mendata jumlah warga yang terkena semburan gas dan lumpur tersebut.
Sementara itu Senior Manager of Relations PT Medco E&P Indonesia Joang Laksanto, membenarkan sedang ada masalah di sumur Lagan Deep-1.
Kedalaman 3500 M
Sumur tersebut dibor sejak 8 September dengan rencana total kedalaman sekitar 3500 meter dan akan diselesaikan dalam waktu 75 hari. Namun 13 September sekitar pukul 23.00 ketika pengeboran baru mencapai kedalaman 800 meter terjadi loss sirkulasi total.
Kemudian dilakukan pemompaan material penyumbat namun ternyata sumur mengalami aliran tidak terkendali. Akibatnya muncul aliran fluida di permukaan sekitar titik sumur.
Melihat hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya genset dimatikan).
Saat ini, belum ada korban jiwa, korban luka, kebarakan ataupun kerusakan fasilitas akibat dari kejadian tersebut. Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut warga diminta tidak beraktifitas di sekitar lokasi. Lokasi sumur terletak sekitar 2 kilometer dari pemukiman terdekat.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga telah mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat. Insiden itu dilaporkan ke Kepala Penyelidik Tambang yakni Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM dan BPMIGAS. Sementara tim di lapangan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat pemda setempat.
“Kami atas manajemen perusaaan, meminta maaf kepada warga masyarakat atas terjadinya gangguan terhadap kegiatan sehari-hari di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya. (ari)