Bangganya Wong Sumsel Punya PSCC
DALAM pandangan mata orang awam tidak mudah...
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Mampukah Sumsel menyelesaikannya? Terlepas dari berbagai persoalan, ada baiknya pandangan mata diarahkan ke GOR Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) Kampus Palembang. Bak melakukan bedah rumah, gedung inilah yang membangkitkan harapan. Dari sikap skeptis hingga membuat optimis semua pihak.
“Sebelum pelaksanaan mereka sempat komplain tetapi setelah berjalan mereka pun kagum,” jelas Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai penutupuan kejuaraan voli Asia itu, Sabtu malam lalu.
Sementara Menpora Andi Alfian Mallarangeng pada acara yasinan dan doa 100 hari menjelang SEA Games di Masjid Agung, Rabu (3/8) menyatakan, pendangan skeptis itu, berubah menjadi optimisme.
“Terutama jika melihat venue yang sudah jadi yakni PSCC yang sudah melakukan tes even,” kata Andi.
Memang sebelumnya ada sedikit masalah. Seperti dilansir di sebuah harian nasional beberapa anggota delegasi teknis dari Jakarta harus menunggu 30 menit untuk mendapatkan kunci kamar di Hotel Aston, Selasa (26/7).
Ketika itu, para delegasi ingin segera memeriksa standar ukuran arena pertandingan SEA Games namun terhambat urusan administrasi. Sempat terlontar dari mulut salah seorang pengurus cabor di pusat, bahwa urusan waktu dan lemahnya komunikasi bisa berakibat fatal. Bagaimana jika panitia harus mengurus 3.000 tamu saat SEA Games.
Pernyataan, gerutu dan kritikan itu wajar saja sebagai masukan bagi Sumsel yang pertama kali menjadi tuan rumah SEA Games. Perlahan Sumsel mulai menjawab keraguan menjadi keyakinan.
Kembali kepada PSCC dan kejuaraan Asian Men’s Club Voleyball Championship. Dalam perhelatan ini, Iran keluar sebagai juara sekaligus mempertahankan prestasi di musim lalu dan Indonesia harus puas di peringkat keenam usai kalah dari Thailand.
Namun hasil akhir perhelatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumsel, karena prestasi penting telah diraih. Tes even ini menandai bahwa PSCC siap menjadi venue venue voli SEA Games 2011.
Bukan hanya itu, GOR yang terletak di Kampus itu, adalah fasilitas termegah di Sumsel bahkan tingkat nasional. Bahkan technical delegate Asian Volleyball Confederation (AVC) pun kagum. Bahkan, Sumsel mengincar jadi tuan rumah kejuaraan dunia voli putri.
“Mulai dari seluruh fasilitasnya hingga lighting dan sebagainya sudah memenuhi standar internasional,” tegas Alex.
Tidak dapat dipungkiri, PSCC memang berdiri megah, sebagai salah satu venue SEA Games yang siap pakai. GOR yang dulunya bernama Sport Hall itu, disulap menjadi bangunan mewah.
Press dan Dokumentasi Asian Men’s Club Volleyball Championship 2011, Lutfie Sukri, mengatakan, dalam pandangannya dari sisi sebagai jurnalis GOR ini yang termegah di Indonesia.
“Kalau fasilitas sangat bagus, paling yang kurang ruangan-ruangan saja. Karena ada beberapa yang belum jadi. VIP juga kurang ada ruangan sehingga terkesan masuk di bawah padahal perlu dibuatkan ruang tunggu,” kata Lutfie.
Namun diakui mantan wartawan Media Indonesia ini, GOR ini merupakan fasilitas terbaik yang ada sekarang.
“Saya saja kaget. Dulu terlihat kumuh. Seperti bedah rumah saja. Beda jauh ketika saya datang dua tahun lalu dalam rangka Proliga. Wong Sumsel patut bangga,” pujinya.
Ia mengatakan, sudah sempurna dan tinggal dipoles di beberapa bagian saja. Tetapi yang ada saat ini sudah sangat bagus untuk ukuran GOR. Sudah sangat memenuhi syarat mulai dari kinerja panitia dan antusias penontonnya juga luar biasa.
“Semua sudah oke. Penonton, lampu sangat bagus. Saya tanya fotografer, mereka sangat suka dengan penerangan yang ada, lampunya luar biasa. Untuk penerangan, lebih bagus dari Stadion Utama Senayan. Tentunya sudut pandang ini dari sisi press ya. Itu sangat bagus,” jelasnya.
Menurut dia, ukuran lapangan juga sangat ideal. Memang harus satu lapangan, meski kemudian bisa untuk dua lapangan, tetapi lebih bagus satu lapangan.
Kapten Tim Voli Osaka Blazer, Takesi Kitajima pun menyatakan, GOR di Sumsel adalah fasilitas terbaik di Indonesia bahkan Asia. Dia mengakui suasana, pilihan warga dan lighting sangat cocok dan nyaman.
(hendra kusuma)