Investasi Rp 2 Triliun, Gula Komering Siap Masuk Pasar
Sebentar lagi kawasan Komering, bukan saja dikenal
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Direktur Operasional PT LPI Irsyan Samsudin dalam perbincangan, semalam mengungkapkan, pihaknya menanamkan investasi sebesar Rp 2 triliun untuk menyulap lahan seluas 22 ribu hektar di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur menjadi sebuah kawasan industri gula.
Ketika ditanya Sripo, apakah pabrik gula yang dibangun pabrik kelompok Indofood (milik Grup Salim) ini merupakan yang terbesar di Indonesia, Irsyan membantahnya. “Saya kira investasi ini adalah standar bagi pabrik gula. Memang sebesar itu kalau mau membangun pabrik gula plus kebun tebunya,” jelasnya.
Ditambahkan, selama ini pabrik gula memang dimiliki oleh pemerintah. Pabrik Gula Komering (PT LPI) ini adalah yang kedua dibangun swasta. “Yang satu lagi di Pulau Jawa. Pembangunan pabrik gula memang penting karena sampai saat ini Indonesia memang masih kekurangan gula sehingga harus impor,” tegasnya.
Hingga saat ini kebutuhan gula nasional sekitar 3 juta ton per tahun, sedangkan pasokan dari pabrik gula nasional baru mencapai sekitar 1,6 juta ton sehingga kurang sekitar 1,3 juta ton gula per tahun.
LPI sendiri setiap tahunnya akan memproduksi sekitar 120 ribu ton per tahun. “Prioritas untuk memenuhi pasar Sumsel, baru setelah itu disebar ke luar,” jelasnya.
PT LPI bakal memproduksi gula yang lebih baik sesuai standar internasional dengan mutu terjamin. Gula yang dihasilkan akan lebih putih sesuai dengan permintaan pasar. Karena gula putih lebih manis dibandingkan warna gula yang agak keciklatan.
Pihak LPI, merasa perlu membuat nama gula yang sesuai dengan nama daerah dimana produksi berlangsung yaitu Gula Komering.
”Nama ini diharapkan dapat membuat gula daerah perusahaan kami lebih dikenal,” ujar Irsan bersama manajer lapangan Ishar Hadi, dan pengacara Bambang Haryanto.
Besarnya investasi itu selain membuat pabrik dan membesaskan lahan serta menyebar bibit, juga membuat perumahan karyawan, guest house, masjid, jalan, dan sarana prasarana umum lainnya.
Sedangkan tenaga kerja yang disedot sebanyak 7.700 pekerja tetap maupun musiman, dimana 51 persen dari OKU Timur, 24 persen dari Sumsel dan sisanya dari luar Sumsel.
Dikatakan Irsyan, biasanya pabrik gula itu digunakan sampai ratusan tahun. Karena itu Pabrik Gula Komering ini hendaknya dijadikan aset yang perlu dijaga bersama.
“Karena nantinya anak cucu kitalah yang meneruskan mengelola dan menikmati pabrik gula ini,” pungkasnya. (hdp)