Pesta Kembang Api Jadi Pamungkas
PALEMBANG,SRIPO — Tiga ribu ledakan kembang api mengiringi dentuman lagu keenam penampilan Adi Naff sebagai pamungkas Pesta Rakyat dalam Rangka HUT Kota Palembang, ke-1326. Seiring meredupnya kilatan warna-warni kembang api, rombongan Walikota, Wakil Walikota, unsur Muspida dan para pejabat di jajaran Pemkot Palembang menuruni panggung kehormatan.
Namun, Grup Band Naff masih memberikan satu lagu penutup untuk memenuhi permintaan ribuan penonton yang memadati depan panggung pentas.
Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra yang hadir bersama Ny Srimaya Haryanthi dalam sambutannya berjanji akan mengadakan hiburan rakyat serupa lebih meriah lagi di tahun-tahun mendatang. “Pada setiap kesempatan dan momen yang baik kita akan adakan lagi hiburan rakyat. Tapi janji ya jangan ribut, kalau ribut aku dak galak lagi, janji ya...,” pekik Eddy Santana dari panggung yang disambut ribuan hadirin.
Eddy Santana juga sempat berpesan kepada masyarakat Palembang untuk tetap menjaga lingkungan lebih bersih dan indah. “Lampu-lampu hias kita jangan dicopot, setuju, taman dijaga setuju,” kata Eddy berapi-api seraya menerangkan bahwa hiburan rakyat diselenggarakan dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat asal tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Eddy yang juga sempat berduet dengan Adi Naff dari atas tenda kehormatan nampak bersemangat mengumandangkan lagu Jangan Pernah Kau Berdusta.
Sementara itu artis dangdut Nita Talia yang memakai baju biru mengkilap dipadu rok mini dan celana karet tipis. Dengan rambut blonde, Nita Talia tampil memukau. Artis dangdut yang terkenal dengan goyang seksi ini mampu menghibur ribuan warga masyarakat Palembang yang haus hiburan.
Ditemui usai membawakan tembangnya, Nita mengaku senang bisa manggung di Palembang. Menurutnya, Palembang maju begitu pesat. “Aduh saya senang banget di Palembang, semakin indah, bersih dan cantik. Apalagi makannya itu pempek. Kalau pempek bukan di Palembang saya tidak mau,” katanya.
3.000 Ledakan
Penyelenggara pesta kembang api, Joni Kembang Api, yang ditemui di atas panggung pentas, mengatakan 1.000 kembang api yang menghias langit Palembang semalam, bukan dibakar dengan api. Tetapi, dengan cara dipantik listrik.
“Kembang api ini ada 1.000 buah tetapi ledakannya bisa sampai 3.000 kali. Sebab, ada jenis tertentu sifatnya bisa meledak sampai 25 kali ledakan. Namanya cake, satu cake itu ada yang bisa meledak sampai 25, 50 atau 100 kali, memang harganya juga mahal. Semua kembang api ini didatangkan dari luar negeri bukan produk kita,” ujarnya sembari menegaskan untuk menyelenggarakan pesta kembang api ini harus minta izin aparat keamanan setempat dan pemasangannya memperhatikan keselamatan pengunjung. (trs)