Musik Pengusir Stres
MUSIK adalah sebuah karya seni yang begitu dashyat pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Bahkan sejak dalam kandungan pun, sang bayi sudah mengerti akan sentuhan alunan musik terutama musik klasik. Begitu pula dengan dara cantik yang satu ini, Maya Puspitasari, siswa kelas 2 SMA Xaverius I Palembang yang mengaku begitu menggandrungi musik terutama organ dan piano.
“Dua alat musik ini begitu dekat di hati saya. Mulanya saya hanya melihat kakak perempuan yang begitu sahdu memainkan piano atau organ lalu sepertinya enak dan saya pun ikut-ikutan menikmatinya,” kata Maya ketika disambangi di kediamannya, Jumat (16/10).
Anak ketiga dari pasangan Mike Ferani dan Liono Basuki ini memiliki kemauan yang menggebu terhadap dua alat musik ini. Itu sebabnya selain sudah tersedia di rumahnya juga untuk memahirkan memainkan alat musik tersebut, Maya pun ikut les musik. Didampingi sang mama tercinta, Ny Mike Ferani, Maya mengaku sudah mengenal piano dan organ sejak kelas 5 SD. Meski kursus musik merupakan kemauan sendiri namun kedua orangtua Maya begitu meng-support-nya. Terbukti dengan menyediakan alat musik ini di dalam rumah sehingga setiap saat dan kapan pun Maya ingin bersentuhan dengan alat musik ini, ia bisa melakukannya dengan leluasa. Penyuka musik-musik klasik yang juga berkeinginan mahir biola ini mengaku dengan bermain musik bisa menghilangkan stres dan kepenatan sepanjang hari. “Aku biasanya memainkan alat musik ini ketika sudah merasa jenuh dengan buku pelajaran. Biasanya malam hari, setelah suntuk membaca buku dan mengerjakan tugas-tugas sekolah, aku langsung larinya ke alat musik ini sambil memainkan lagu-lagu klasik kesukaanku,” kata Maya yang juga aktif dalam paduan suara Gereja Gereja Don Bosco pimpinan Frater Albertus ini.
Namun sayangnya meski sudah grade 7 untuk tingkat kemahiran memainkan organ dan memasuki grade 7 untuk piano, Maya mengaku belum ada keinginan untuk ikut lomba-lomba piano atau organ. Maya hanya ingin mahir bermain dua alat musik ini tanpa mau ikutan berlomba unjuk kemahiran. Selama 6 tahun mempelajari dua jenis alat musik ini tak membuat Maya jenuh. Bahkan remaja yang selalu rangking 1 di kelasnya ini akan terus berlatih dan memahirkan tangannya terhadap piano dan organ. Termasuk cita-citanya ingin melanjutkan studi ke Australia, Maya pun mengaku tetap tidak akan meninggalkan piano dan organ. Lalu apa sih cita-cita Maya? “Wah kalau cita-cita, belum ada yang pasti. Mau jadi dokter tapi kayaknya belum yakin karena baru kelas 2 tapi ya nanti sajalah tunggu tiba saatnya, kan masih beberapa tahun lagi. Ya penting sekarang, belajar dan mempersiapkan diri,” kata Maya optimis. (safta)