Pemilik Harus Bawa Buku Servis

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemilik Harus Bawa Buku Servis

Ilustrasi.

Sripo/Anton

PALEMBANG,SRIPO — Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Honda Indonesia mewajibkan pemilik kendaraan, baik itu Freed, Honda Jazz dan City membawa buku service dan garansi jika ingin melakukan recall atau penggantian di semua dealer Honda se-Indonesia. Kartu ini dianggap sebagai identitas tunggal pemilik kendaraan yang syah.

 “Dari buku dan kartu itu bisa diketahui bagaimana riwayat pemeriksaan atau service kendaraan, apakah dilakukan di bengkel Honda resmi atau tidak. Ini juga sebagai identitas tunggal pemilik kendaraan,” kata Supervisor Honda Union Plaju, Hendra kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/3).

 Selain syarat utama itu, pemilik juga wajib menyertakan fotokopi KTP dan STNK asli kendaraan kepada petugas bengkel. Jika salah satu syarat itu tidak dipenuhi melalui koordinasi dengan ATPM pusat, terpaksa ditolak atau dikenakan biaya service normal. Untuk pemasangan lost spring Vtech secara umum mencapai Rp 200 ribu. “Misal konsumen tidak punya kartu garansi, kita terlebih dahulu akan mengecek seri kendaraan mereka dengan kroscek langsung ke ATPM. Jika datanya ada maka proses recall bisa dilakukan. Namun jika tidak ada terpaksa di tolak atau mereka kita kenakan biaya normal pemasangan vtech lost motion spring,” jelas Hendra.

 Untuk pemasangan yang masuk dalam daftar recall tidak dikenakan biaya alias gratis selama empat jam pemasangan. Tiap kendaraan telah ditunjuksatu mekanik dan satu supervisi untuk memastikan pemasangannya secara benar. “Sebenarnya waktu pasangnya maksimal satu jam selesai, justru yang lama itu adalah menunggu mesin dingin,” katanya.

 Sementara berdasarkan data, kata Hendra, untuk jumlah kendaraan yang masuk daftar recall yang distribusinya melalui Honda Union mencapai 200 kendaraan. Jumlah ini mengempis tujuh unit dibandingkan pemeriksaan awal dulu. “Setelah semuanya kita panggil dan periksa, ternyata hanya 200 kendaraan yang masuk daftar recall di Honda Union dari total 30.252 unit kendaraan recall se-Indonesia,” katanya.

 Masing-masing kendaraan itu adalah 123 unit Honda Jazz, 12 unit Honda City dan sebanyak 66 unit Honda Freed. Pihaknya sudah membagi lima kelompok untuk jadwal recall, masing-masing kelompok dibagi 40 kendaraan selama 10 hari.

 “Berarti setiap hari ada empat unit yang kita perbaiki. Jadwalnya pun sudah kita susun dan konsumen telah dihubungi. Mereka pun telah setuju,” katanya. Untuk kelompok atau recall tahap satu dilaksanakan sejak 2 Maret hingga 12 Maret, mendatang. Begitu seterusnya. Tiap 10 hari berganti kelompok. Rencananya April, nanti proses recall semua kendaraan selesai. Untuk target umum mencapai enam bulan.

 Lalu bagaimana dengan kendaraan Honda yang dibeli diluar Honda Union namun masuk dalam daftar recall. Dikatakan Hendra pemilik tak perlu khawatir. Mereka membuka kesempatan mengganti lost motion spring Vtech meski tidak dibeli melalui Honda Union.

 “Misal mobil mereka dibeli di Jakarta, kebetulan dibawa ke sini. Jika mereka punya kartu garansi dan memang betul kendaraan itu masuk dalam kelompok recall akan kita pasang juga. Asal mereka punya bukti cek langsung melalui ATPM. Jadi tidak usah khawatir,” katanya.

 Begitupun bagi pemilik kendaraan yang distribusinya melalui Honda Union namun dipakai di tempat lain. Mereka, kata Hendra, bisa menmdatangi dealer Honda resmi di kota bersangkutan untuk penggantian. “Intinya asal kendaraan mereka masuk kelompok recall, dimanapun lost motion spring vtechnya bisa diganti, entah melalui bengkel tempatnya membeli dulu atau ditempat resmi kota lainnya,” katanya.

 Sementara adanya recall diakui Hendra, sama sekali tidak mempengaruhi penjualan. Malah sales meningkat pada Februari. “Bahkan Februari ini kita over target hingga 105 persen dari target 45 unit terjual hingga 50 unit. hampir 60 persen adalah mobil Honda Jazz,” katanya. Saat ini malah mobil Honda Jazz inden hinga 10 unit. Rata-rata pemenuhan inden satu hingga dua bulan. Sementara untuk Honda Freed stoknya saat ini kosong. Begitupun Honda City juga laris manis.

 “Untuk Honda Freed malah stoknya kosong, kita cuma punya satu untuk display saja,” katanya. Recall, menurut Hendra malah menguatkan kepercayaan konsumen terhadap Honda. “Baru hasil penelitian di luar negeri, cepat direspon dan dilakukan penggantian. Ini bukti kepedulian Honda terhadap keselamatan penumpang,” katanya. (sta)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved