Bom Meledak di Depan Gubernur
BITUNG, SRIPO — Bumm... Lima anggota Brigade Mobil Daerah (Brimobda) Sulawesi Utara (Sulut) yang tengah berenang mendekat sebuah perahu karet berisi bom yang digunakan dalam simulasi antiteror di Selat Lembe, Kota Bitung, Sulut, Sabtu (1/8) pukul 08.50 Wita, terpental karena bom yang belum saatnya meledak, sudah meledak lebih dahulu.
Ledakan mengakibatkan Brigadir James Tampola tewas di tempat. Sementara Ipda Franky Turang luka parah dan Bripka Anto Sidik, Brigadir Abdurahman Mas Hanafi, serta Bripka Herian Tambot hanya menderita luka ringan.
Tragis, kecelakaan yang saat simulasi persiapan pengamanan jelang Festival Bahari Internasional, Sail Bunaken ini disaksikan langsung oleh Kapolda Sulut Brigjen Bekto Suprapto, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, Wali Kota Bitung, Hanny Sondakh, sejumlah pejabat militer dan warga masyarakat.
Disaksikan Tribun Manado (grup Sripo yang terbit di Manado, Red), acara simulasi dimulai ketika Gubernur dan Kapolda di dermaga depan kantor Polairut Polda Sulut di Bitung. Pasukan Brimob dan Polairut yang menggunakan dua kapal sergap menembaki sebuah perahu kayu berisi bom hingga menimbulkan ledakan besar di permukaan laut. Para pejabat dan warga yang menyaksikan keahlian aparat ini terlihat kagum dan bertepuk tangan.
Selanjutnya berlangsung adegan pertempuran antara teroris dengan aparat yang sama-sama berenang. Di sisi lain lima anggota brimob berenang mendekat sebuah perahu karet berisi bom. Rencannya mereka akan menjinakan bom tersebut. Namun , bumm...... bom tersebut meledak di luar skenario.
Ledakan tersebut mendadak membuat suasana di panggung kehormatan senyap. Pembawa acara menghentikan penjelasan. Dari lokasi ledakan, sekitar 100 meter dari panggung kehormatan, terlihat seorang anggota yang berenang melambaikan tangan dengan panik. Dua kapal sergap segera melakukan evakuasi dan korban langsung dilarikan ke RS Budi Mulia Kota Bitung. Kapolda Sulut Brigjen Bekto Soeprapto yang mengetahui simulasi membawa korban tetap memerintahkan simulasi lanjutan di Pelabuhan Samudra Bitung, tetap dilanjutkan.
Di Unit Gawat Darurat RS Budi Mulia, kedatangan korban ledakan bom mengakibatkan kesibukan luar biasa. Perawat dan dokter terlihat berlarian membawa peralatan untuk melakukan penanganan korban yang luka robek dan luka bakar. Tampak berada di UGD, Kapolres Bitung, AKBP Soeseno Nurhandoko, Wakapolres Bitung Kompol Roy Sihombing SIK, dan Kepala Satuan Brimob Imam Wahyudi. Kapolda Bekto Suprapto dan Muspida Sulut datang kemudian.
Karena luka para korban cukup parah, dokter dari Polda Sulut merujuk korban ke RSUP Prof Kandou, Manado. Sementara jenazah Brigadir James Tampola, dibawa dari kamar mayat menuju RSUD Manembo-nembo, lalu dibawa menuju rumah duka di Perumahan Tugu Griya mapanget Asri, Manado.
Risiko Latihan
Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto di RS Budi Mulia mengatakan,, skenario simulasi antiteroris ini berupa simulasi teroris yang akan menyerang tamu-tamu Sail Bunaken yang berada di kapal perang. Pada Sail Bunaken yang direncanakan berlangsung di perairan Teluk Manado 12-20 Agustus mendatang, akan diikuti ratusan kapal perang dari berbagai negara. Beberapa simulasi ledakan bom, dan baku tembak terjadi di perairan Selat Lembeh. “Yang membuat kecelakaan adalah bom yang terakhir, yang dihanyutkan di sampah untuk meledakkan kapal perang,” kata Bekto.
Bekto juga mengatakan, laporan sementara yang diterimanya perihal kejadian ini karena technical error pada mesin penjinak bom.
Dikatakannya, hal inilah yang membuat bom meledak dan lima anggota dari Satuan Brimobda Sulut menjadi korban. “Akibat dari insiden ini satu meninggal dunia, Brigadir James Tampola, luka berat Ipda Frangky Turang, luka-luka Brigadir Abdul Rahman Mas Hanafi, mengalami gangguan pada telinga Bripka Anto Sidik, luka ringan Bripda Heryan Tamboto,” ujar Bekto.
Ia mengatakan hal itu merupakan risiko saat latihan. Ditambahkannya, kejadian seperti ini dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, dan tak mengenal satuan, apakah TNI ataupun Polri. “Ini merupakan upaya dari Polri untuk mengamankan Sail Bunaken. Latihan masih tetap dilanjutkan,” ujarnya. (TM)