• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Warga Sulit Cari Sembako

Kamis, 28 April 2011 09:10 WIB
Warga Sulit Cari Sembako

Ilustrasi.

Sripo/Dok

KAYUAGUNG, SRIPO — Kondisi warga Desa Sungai Sodong, Mesuji, Ogan Komering Ilir (OKI), sangat memrihatinkan terutama mereka yang hidup kurang mampu. Saat ini mereka mencari sembako (sembilan kebutuhan pokok) untuk makan karena situasi masih mencekam paska bentrokan warga dengan PT Sumber Wangi Alam (SWA).

 Masyarakat mulai gelisah untuk mencari makan. Karena bagi masyarakat yang kurang mampu untuk membeli sembako sulit keluar desa. Karena, biaya keluar melalui jalur sungai ongkos angkutan speed boat terlalu tinggi.

 Sedangkan, untuk lewat jalur darat warga tidak berani, karena masih ada penjagaan ketat oleh Satbrimob Polda Sumsel yang dipimpin Kepala Detasemen (Kaden) A Sat Brimob Polda Sumsel, Kompol M Rendra Salipu SIk.

 Lebih lagi, kegelisahan warga semakin menjadi, ketika satu-persatu warga Desa Sungai Sodong mulai diperiksa sebagai saksi di Polsek Mesuji atau Polres OKI.

 “Masyarakat sekarang susah untuk mencari sembako. Karena, warga takut untuk luar desa mencari makanan. Untuk transport dari jalur sungai harus mengeluarkan uang tidak sedikit dan jarang ada speed boat,” kata tokoh masyarakat Ir Chican. Dia juga menambahkan, warga takut diperiksa sebagai saksi bukan karena takut salah. “Warga hanya takut karena tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, ini yang membuat warga cemas,” jelasnya.

 Informasi didapat Sripo, dari Minggu sampai Rabu (24-27/4) sebanyak 30 saksi yang telah diperiksa dari pihak kepolisian Polres OKI maupun dari Polsek Mesuji. Dalam pemeriksaan tersebut dibentuk beberapa tim riksa secara terpisah. “Saya belum tahu persis jumlahnya Pak, yang jelas tanya saja langsung ke Kapolres, karena kasus ini sudah nasional dan statetmannya harus satu pintu,” kata Ipda Zendrato Amd Ik.

 Ketika ditanya jumlah para saksi baik dari pihak warga maupun perusahaan yang sudah diperiksa berapa banyak. Zendrato tetap tidak menjawab pertanyaan wartawan, sehingga jumlah saksi yang sudah diperiksa diperkirakan 30 orang. Sebab, dari Minggu sedikitnya 20 orang saksi dari Polsek maupun Polres yang memeriksa. Sedangkan, Rabu (27/4) sore, dari pengamatan Sripo, paling tidak 6 orang saksi dari warga maupun perusahaan masih dalam pemeriksaan secara intensif.

 Terpisah, Kapolres OKI AKBP Agus Fatchullah SIk ketika dihubungi melalui telpon genggam mengatakan, untuk jumlah secara pastinya dia belum tahu persis, karena sekarang ini posisinya masih berada di Polda Sumsel. Apa yang disampaikan Kapolda itulah, kesimpulan sementara.

“Maaf Pak, saya sekarang ada di Polda dan untuk jumlah saksi masih 20 orang yang diperiksa saya belum tahu persis perkembangannya sekarang,” kata Kapolres.

 Ketika ditanya dua orang karyawan yang sudah menjadi tersangka itu, AKBP Agus belum bisa menjawabnya, karena menurutnya statemen Kapolda sudah dikeluarkan saat paparan. “Nanti Pak, itukan sudah ada stateman Kapolda, sekarang ini pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para saksi-saksi,” ungkap Agus.

 Dua Tersangka Sementara itu Polda Sumsel menetapkan TR (23) dan Hr (25) keduanya karyawan PT Sumber Wangi Alami sebagai tersangka kasus keributan di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir yang menewaskan tujuh orang pada Kamis (21/4).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto kepada wartawan usai pertemuan dengan Komnas HAM di Palembang, Rabu mengatakan, sekarang ini baru dua yang ditetapkan sebagai tersangka dan pihaknya terus mengembangkan.

 Tersangka kasus keributan yang mengakibatkan tujuh orang meninggal tersebut yakni TR (23) dan Hr (25) yang keduanya merupakan karyawan PT Sumber Wangi Alami (SWA). Korban yang meninggal tersebut dua dari masyarakat dan lima pihak karyawan PT SWA.

 Lebih lanjut dia mengatakan, ditetapkannya kedua tersangka tersebut karena mereka yang pertama memicu keributan hingga pihaknya melaksanakan pemeriksaan. Memang, sekarang ini kasus tersebut terus dikembangkan sehingga bisa ditemukan permasalahannya, ujar dia pula.

 Ketika ditanya aparat keamanan yang ada di lokasi kejadian, Kapolda mengatakan, memang sekarang ini tetap disiagakan untuk mengantisipasi supaya kejadian tersebut tidak berkembang. (std/mg10/Ant)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
66722 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas