Andi Masih Aman

Andi Masih Aman

Andi Mallarangeng

Sripo/Dok

JAKARTA, SRIPO — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malla-rangeng dapat bernapas lega. Sejauh ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berencana memanggilnya untuk dimintai keterangan terkait penangkapan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dalam dugaan suap miliaran rupiah.

 “Sampai sekarang kami belum berencana (memanggil Menpora Andi Mallarangeng, Red),” tutur Ketua KPK Busyro Muqqodas di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/4).

KPK masih akan mendalami kasus yang menimpa Wafid, sebelum memutuskan perlu atau tidak memeriksa Andi. “Rencananya kami masih mendalami dulu. Kami masih mengembangkan kasusnya,” katanya.

 Sebelumnya Andi Mallarangeng mengaku tidak mengetahui kasus penangkapan KPK yang menimpa sekretarisnya Wafid Muharam. “Mengenai kasus terakhir beliau, saya kurang tahu,” ujar Andi.

 Menurut Andi, dia juga tidak tahu sama sekali keterkaitan Wafid Muharam dengan kabar-kabar yang berhembus belakangan ini, terutama keterlibatan Partai Politik di dalamnya. “Saya tidak tahu, apa betul berhubungan dengan apa, coba tanyakan kepada KPK,” jelasnya.

Meski begitu, Andi siap bekerjasama dengan KPK. “Tapi kami siap bekerja sama dengan penuh,” tandasnya.

 Pekan lalu KPK menangkap Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam terkait pembangunan sarana SEA Games Palembang. KPK juga menangkap seorang pengusaha berinisial MEI, dan R broker dalam dugaan suap menyuap ini.

 “KPK menangkap tangan 3 orang yang diduga telah melakukan tindak yang melakukan tindakan yang dikategorikan suap menyuap. Ketiga orang tersebut adalah WM, R dan MEI,” tutur Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Priharsa.

 Dugaan tindakan tersebut berkaitan dengan pembangunan sarana wisma atlet SEA Games yang akan dilaksanakan November mendatang di Palembang. “Berkaitan dengan pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang, dan MEI merupakan pejabat dari sebuah perusahaan pelaksana pembangunan tersebut,” paparnya.

 Berdasarkan informasi yang dihimpun MEI adalah Muhammad El Idris, petinggi PT Duta Graha Indah Tbk yang tersangkut kasus suap Wisma Atlet di Palembang. El Idris mengaku sebagai Manajer Marketing, bukan Direktur PT Duta Graha Indah. Namun KPK memastikan Muhammad El Idrus Direktur PT Duta Graha Indah Tbk. “MEI merupakan direktur PT DGI,” kata Ketua KPK Busyro.

 MEI sendiri kini sudah ditahan di Rutan Salemba Jakarta. KPK sebelumnya menangkap Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam terkait pembangunan sarana SEA Games Palembang.

 Saat ditangkap Jumat lalu, Sesmenpora Wafid bersama El Idris dan Mirdo Rosalina Manullang, selaku broker. Ditengarai Wafid menerima suap berupa cek Rp 3,2 miliar dari MEI dan sejumlah uang dalam bentuk dolar AS, dolar Australia dan euro .

 Busyro-Budi Berbeda Saat penangkapan ketiga tersangka, KPK ternyata tak hanya menyita tiga lembar cek senilai Rp 3,2 miliar. Menurut Ketua KPK Busyro Muqodash, KPK juga menyita sejumlah besar uang dalam penangkapan di ruang kerja Wafid di lantai 3 Gedung Kemenpora.

 “Ada uang Rp 73.171.000. Uang dalam bentuk dolar sebesar 128.148 dolar Amerika Serikat, dolar Australia sebesar 13.070 dan euro sebesar 1.955,” ujar Busro di Gedung KPK Jakarta Senin (25/4).

Uang itu, tersimpan dalam amplop. KPK belum dapat memastikan apakah uang-uang itu terkait dengan praktik suap dalam pembangunan Wisma Atlet yang akan digunakan untuk pelaksanaan SEA Games ke XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. “Itu sedang didalami,” katanya.

 Namun pernyataan Busyro agak berbeda dari keterangan Jurubicara KPK Johan Budi. Menurut Johan, KPK dapat memastikan tiga lembar cek tunai senilai Rp 3,2 miliar yang diterima Sesmenpora Wafid Muharam merupakan uang balas jasa dari PT Duta Graha Indah, perusahaan rekanan pembangunan wisma atlet untuk SEA Games di Palembang. “Perusahaan itu (PT DGI) dapat tender wisma atlet. Sebagai balas jasa, ngasih duit ke Sesmenpora,” kata Johan.

 KPK masih terus mengembangkan penyidikan mereka dalam kasus ini. KPK juga masih menelusuri kemungkinan Wafid bukan sekali itu saja menerima uang dari PT DGI. “KPK belum tahu detail uang berapa. Pemberian ke berapa (orang) juga belum tahu,” imbuhnya.

 Wisma Atlet di Palembang berada di kawasan Jakabaring Sport City. Pemerintah Daerah Palembang menargetkan Juli 2011, pembangunan gedung yang akan menampung sekitar 4.000 atlet ini selesai. Pembangunan proyek wisma dijalankan PT Duta Graha Indah.

 KPK berharap pelaksanaan SEA Games di Palembang November mendatang tidak terganggu pascapenangkapan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam.

(tribunnews/roy/wil)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved