Dinilai Tak Mampu Melaksanakan Tugas, Pegawai Pemkot Pagaralam Turun Jabatan

Dinilai tidak mampu melaksanakan tugas yang diamanahkan, sejumlah pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemkot Pagaralam, jabatannya (

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
PELANTIKAN ASN-- Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat melantik 212 ASN dilingkungan Pemkot Pagaralam, Selasa (11/6/2019). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Dinilai tidak mampu melaksanakan tugas yang diamanahkan, sejumlah pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemkot Pagaralam, jabatannya (eselon) diturunkan menjadi Kepala Seksi (Kasi).

Kendati menolak dan protes diturunkan, namun Walikota Pagaralam Alpian Maskoni tetap dengan keputusan melakukan pergantian. Menurutnya, kinerja pejabat sudah dievaluasi sejak sembilan bulan sebelumnya. Namun tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Perda Zakat Mulai Diterapkan, ASN Muba Setor Zakat Rp 1 Miliar

ASN Ngeyel Langsung Dikasih SP1

Rolling jabatan dilakukan Alpian Maskoni dilakukan terhadao 212 orang Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan alasan evaluasi dan penyegaran. khususnya di lingkungan Pemkot Pagaralam, Selasa (11/6). Pelantikan kali ini merupakan kali ketiga yang dilakukan Pemerintahan dibawah pimpinan Alpian Maskoni. Dari catatan sripo, pelabtikan dan pergeseran posisi jabatan ini merupakan pelantikan terbanyak dari pelantikan sebelumnya. Namun ada yang berbeda dari kegiatan pelantikan kali ini, ada beberapa pejabat yang turun esselon. Sebelumnya menjadi menjadi Kepala Bidang (Kabid) saat ini turun jabatan menjadi Kepala Seksi (Kasi), bahkan ada yang non job.

Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat administrator juga dirangkaikan dengan pengambilan dan pelantikan pejabat pengawas dan kepala sekolah bertempat di Gedung serba guna SD Negeri 74 Kota Pagaralam. Rincian pejabat Eselon III dan IV dilingkungan Pemkot Pagaralam sebanyak 190 orang dan 22 orang Kepala Sekolah.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, pelantikan adalah hal yang biasa dalam rangka peningkatan kinerja dan penyegaran. Hal ini juga bentuk evaluasi kinerja ASN dilingkungan organisasi pemerintah Kota Pagaralam. "Pelantikan ini dalam rangka peningkatan kinerja dan evaluasi pejabat," katanya.

Dalam penilainya sejak sembilan bulan terakhir ini, kinerja di lingkungan pemerintah Kota Pagaralam masih jauh dari kata baik. Jadi harus ada evaluasi untuk menuju ke perubahan yang lebih baik. Diakuinya, ada yang suka. Namun ada juga yang tidak puas dengan keputusan tersebut.

Sementara Kepala BPKSDM Kota Pagaralam Nyayu Dwi Lusiana menanggapi adanya pejabat yang turun eselon mengatakan, sebelum melakukan pelantikan, pihaknya sudah melakukan evaluasi kinerja pejabat yang ada.

"Benar, memang ada yang turun eselon. Namun semua itu hasil dari evaluasi. Mereka turun eselon karena pretasi mereka dinilai standar. Jadi kita masukan ASN yang mempunyai prestasi bagus untuk dipromosikan," jelasnya.

Ketika ditanya apakah pelantikan dan rolling ini ada kaitannya dengan Pilkada lalu, pihaknya tidak bisa banyak berkomentar. "Kami melalukan ini sesuai dengan hasil evaluasi. Jika dikaitkan dengan Pilkada, saya tidak bisa berkomentar," katanya.

Beberapa warga Kota Pagaralam saat dihubungi terkait terkait pelantikan itu, umumnya mereka mengakui pemilihan pejabat adalah kewenangan Walikota. Hanya saja, dalam pemilihan pejabat hendaknya dilakukan secara profesional dan pejabat yang ditunjuk benar-benar memiliki kemampuan. "Jangan ada lagi pemilihan pejabat itu berdasarkan titipan dari Timses saat Pilkada lalu, sehingga berbau kolusi dan nepotisme. Pilih yang benar-benar profesional sehingga Pagaralam bisa maju," kata Lukman, seorang warga Pagaralam. (one)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved