Dua Ton Pencacahan Sampah Plastik Hasilkan Rp 2 Juta

Dari dua ton sampah plastik yang dicacah ternyata mampu menghasilkan uang Rp 2 juta. Kondisi ini yang memicu Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agust

Dua Ton Pencacahan Sampah Plastik Hasilkan Rp 2 Juta
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Ilustrasi - Tumpukan sampah terlihat dibeberapa titik trotoar jalan yang berada di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Senin (8/4/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dari dua ton sampah plastik yang dicacah ternyata mampu menghasilkan uang Rp 2 juta. Kondisi ini yang memicu Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menginstruksikan agar camat memiliki bank sampah seperti di Kecamatan Kalidoni.

Program Indonesia Bersih, Aksi Nyata Ikatan Istri Pejabat BUMN Sadar Bahaya Sampah Plastik

Ditangan Hendro Wibowo, Sampah Plastik Non-ekonomis Dirubah Jadi Paving Blok

Camat Kalidoni, Arie Wijaya mengatakan untuk membuat bank sampah dibutuhkan dana sekitar Rp 200 juta. Dana tersebut dibelikan untuk dua buah mesin cacah sampah organik dan sampah plastik. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membangun kontruksi bank sampah itu sendiri. "Untuk satu bank sampah butuh Rp 200 juta," kata Arie. Menurut dia, satu mesin sehari bisa mencacah 1,5 ton sampah.

Sampah sampah ini dikumpulkan dari beberapa kawasan di Kalidoni kemudian dikirim ke bank sampah."Kalau sampah organik hampir impas antara pemasukan dan pengeluaran namun untuk sampah plastik punyak profit," kata dia. Arie mengatakan untuk 2 ton sampah plastik hasil pencacahan bisa menghasilkan uang Rp 2 juta. Jumlah sampah sebesar itu kata dia seharusnya bisa dikelola dalam waktu satu jam saja di bank sampah.

Untuk SDM kata Arie tenaga yang ada di bank sampah Kalidoni bisa digunakan untuk memberikan bimbingan dan berbagi ilmu sehingga nanti bank sampah yang ada kecamatan lainnya ikut berjalan.

"Kalau SDM bisa kita ajarkan, jadi tak perlu khawatir . Saya misalkan ada mesin pencacah sampah di Kecamatan Semarang Borang sudah lama tak terpakai, berkat bimbingan petugas kita akhirnya mesin itu bisa dimanfaatkan," kata dia

Diketahui, persoalan sampah di Kota Palembang makin krodit. Saat ini setiap hari Kota Palembang menghasilkan sampah sebanyak 1.300 ton sampah.Kondisi ini tidak didukung oleh armada pengangkut sampah yang memadai belum lagi kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Palembang sendiri memiliki dua TPA yakni TPA Karya Jaya dan Sukawinatan. Nama terakhir kapasitasnya sudah over load. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Palembang terus mencari cara untuk mengatasi persoalan sampah ini.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengumpulkan semua camat yang ada di Kota Palembang di bank sampah di Kalidoni, Selasa (14/5). Disana politisi PDI Perjuangan ini meminta camat untuk belajar membuat bank sampah di Kalidoni kemudian untuk diterapkan ke wilayah mereka masing masing. Sehingga pengelolaan sampah bisa dikelola di kecamatan hingga Kelurahaan. Sehingga sampah tak lagi dalam jumlah besar saat diangkut ke TPA.

"Saya serius untuk mengatasi sampah, saya kumpulkan disini seluruh camat karena kedepan Pemkot akan membuat bank sampah di setiap kelurahaan dan Kecamatan," kata Fitri. Upaya itu kata Fitri sangat membantu mengurangi beban TPA. Selain itu, pengelolaan sampah berdampak pada penghasilan ekonomi warga dan pengelola.Mengingat pengelolaan sampah bisa menghasilkan ekonomis. Namun memberikan edukasi dan melibatkan warga dalam pengelolaan sampah menjadi prioritas utama Pemkot mendirikan bank sampah.

"Untuk SDM akan kita ajarkan, tenaga yang ada di Kalidoni ini bisa dimanfaatkan untuk melatih SDM yang ada di kecamatan lain," kata dia. Pihaknya juga akan menugaskan camat untuk mencari lahan lahan yang milik pemerintah di kecamatan untuk dibangun bank sampah. Selanjutnya pihaknya juga akan mengangarkan pembuatan bank sampah ini supaya secepatnya bisa terealisasi."Secepatnya terealisasi, karena persoalkan sampah ini sudah sangat mendesak untuk diselesaikan," kata dia. (axl)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved