Warga Keluhkan Proyek Rp 3M di Desa Tempirai Kabupaten PALI Rusak, Hanya Bertahan Lima Bulan

Sepanjang lebih dari 30 meter bangunan turap ambruk, padahal pengerjaannya baru diselesaikan sekitar lima bulan lalu, tepatnya dipenghujung Tahun 2018

Warga Keluhkan Proyek Rp 3M di Desa Tempirai Kabupaten PALI Rusak, Hanya Bertahan Lima Bulan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Sejumlah titik kerusakan Turap di Desa Tempirai Induk Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga 

SRIPOKU.COM, PALI -- Proyek pembangunan turap yang mengabiskan anggaran senilai Rp 3 Miliyar, dengan panjang 600 Meter di Desa Tempirai Induk Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini telah mengalami kerusakan dibeberapa titik, Senin (13/5/2019).

Sepanjang lebih dari 30 meter bangunan turap ambruk, padahal pengerjaannya baru diselesaikan sekitar lima bulan lalu, tepatnya dipenghujung Tahun 2018.

Kondisi ini tentu dikeluhkan warga sekitar sebagai pengguna jalan.

Menurut Dahlan (35) warga setempat, bahwa dari awal warga mengingatkan pelaksana agar membangun turap tersebut dengan perhitungan matang serta sesuai perencanaan.

Sebab, Dahlan menerangkan, kondisi tanah yang dibangun ini merupakan rawa-rawa yang tentunya rawan longsor karena struktur tanah yang labil.

Mengenal Sosok Katim Heri dan Bang Jack, Dua Polisi Jatanras yang Berambut Gondrong dan Viral

Kodam II Sriwijaya Sebar Foto Prada DP sebagai DPO, Terduga Pelaku Pembunuhan Vera Oktaria

"Harusnya ada pondasi, karena dilokasi dibangun turap rawa-rawa. Dan benar saja, saat ada banjir, ada titik yang ambruk, kemudian beberapa titik lagi nyaris sama, karena turap sudah miring," ungkap Dahlan, Senin.

Robohnya turap tersebut, lanjut dia, baru sekitar tiga minggu lalu dan hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan pelaksana maupun instansi terkait.

"Proyek itu selesai diakhir tahun 2018 kemarin dengan panjang lebih kurang 600 meter. Robohnya saat ada banjir sekitar tiga minggu lalu," katanya

Kapendam Tegaskan Kodam II/Swj tidak akan Melindungi, Keberadaan Prada DP Masih Terus Diburu

"Untuk itu, kami berharap selain diperbaiki, pemerintah juga melalui instansi terkait mengusut indikasi kecurangan yang dilakukan pelaksana. Sebab, ketinggian turap ada yang tidak mencapai satu meter," tambahnya.

Sementara, Etty Murniaty, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten PALI mengatakan, bahwa pihaknya memastikan sudah untuk mengecek secara langsung kerusakan turap tersebut dan enggan berkomentar lebih jauh.

"Sudah kita cek kelapangan," jelas dia singkat.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved