Puluhan Tahun Warga Desa Rimba Candi Minum Air Hujan

Kehiduapan masyarakat Desa Rimba Candi Kelurahan Candijaya, sepertinya luput dari perhatian. Kebutuhan air bersih sejak puluhan tahun ini, hanya menga

Puluhan Tahun Warga Desa Rimba Candi Minum Air Hujan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ilustrasi - Seorang staf Satpol PP membasuh tangan pakai air hujan di Kantor Gubernur Provinsi Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kehiduapan masyarakat Desa Rimba Candi Kelurahan Candijaya, sepertinya luput dari perhatian. Kebutuhan air bersih sejak puluhan tahun ini, hanya mengandalkan mata air dan air hujan. Jika kemarau, warga terpaksa mencari sungai yang berada di wilayah terdekat.

Sucipto 21 Hari Hanya Minum Air Hujan

Warga Jalur 30 Tahun Minum Air Hujan (+VIDEO)

Dari hasil pemetaan, sudah hampir seluruh masyarakat Kota Pagaralam menikmati air dari PDAM milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Namun disisi lain, masih ada beberapa wilayah yang sampai saat ini belum menikmati air bersih.

Seperti yang dirasakan warga Desa Rimba Candi Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah. Ratusan Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut masih belum menikmati air bersih yang difasilitasi oleh pemerintah. faktanya, pipa distribusi PDAM belum masuk ke kawasan tersebut.

Informasi yang dihimpun, Minggu (14/4) menyebutkan, warga di Desa Rimba Candi hanya bisa menikmati air bersih pada saat musim hujan yang langsung ditampung. Selain itu, warga juga mendapatkan air dari mata air. Sumber air ini teraliri masuk ke rumah saat bak penampungan yang berada di atas bukit terisi air dari sumber mata air yang ada.

Salah satu warga setempat, Adam (30) mengatakan, bahwa sudah puluhan tahun warga sekitar hanya mengandalkan air bersih dari mata air yang ada di atas bukit.

"Kami secara swadaya membangun bak penampungan di atas bukit dan hanya mengandalkan air dari mata air di kawasan itu," ujarnya. Mata air ditampung dalam bak dan dialirkan menggunakan selang ke rumah-rumah warga. Itupun air harus dibagi-bagi dengan menggubakan selang kecil agar semua warga kebagian.

"Tidak semua warga yang dapat. Pasalnya jika semua warga dapat maka bak tidak bisa menampung air karena akan langsung habis," katanya.

Namun saat musik kemarau mata air yang ada akan kering. Hal ini membuat air tidak bisa lagi mengalir kerumah dan warga terpaksa harus mandi ke sungai.

"Jika tidak hujan satu bulan saja maka mata air akan kering. Jika sudah kering maka warga terpaksa kembali mangambil air kesungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan, pihaknya akan mencari solusi agar masyarakat Rimba Candi bisa menikmati air bersih.

"Kita akan cari sumber air dikawasan tersebut. Nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak pusat dan provinsi untuk bisa membantu mengalirkan air bersih kerumah warga," ujarnya. (one)

===

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Soccer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved