Berita Palembang

Kasus Swabakar Batu Bara di Desa Sirah Pulau Merapi Timur Kabupaten Lahat Jadi Sorotan

Kasus swabakar batu bara di areal stock file Mawar PT Bukit Asam (BA), di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu terus mendapat sorotan.

Kasus Swabakar Batu Bara di Desa Sirah Pulau Merapi Timur Kabupaten Lahat Jadi Sorotan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kondisi terakhir lokasi stock file Mawar site Muara Tiga Besar IUP PT BA (Persero), di daerah Sirah Pulau, Merapi Timur Kabupaten Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kasus swabakar batu bara di areal stock file Mawar PT Bukit Asam (BA), di daerah Sirah Pulau, Merapi Timur Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu terus mendapat sorotan.

Praktisi Hukum Sumsel, Mualimin Pardi Dahlan, SH, sangat menyesalkan pernyataan dari pihak PT BA di media bahwa swabakar bisa saja terjadi. Karena, hal itu justru melukai masyarakat dan lingkungan sekitar yang terdampak.

Mualimin yang juga Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) itu meneruskan, bahwa aktivitas pertambangan batu bara ini beresiko tinggi, seharusnya pihak PT BA lebih mengutamakan upaya pencegahan, sebagai bentuk tanggungjawab pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup daripada penanggulangan.

“Jangan kesannya jadi seperti pemadam kebakaran, kalau gak sanggup cegah ya mending tutup sekalian,” ujarnya, Senin (15/4/2019).

Selain itu, ungkap Mualimin, pihaknya sudah menerima pengaduan warga yang merasa dirugikan. Saat ini mereka lagi melakukan kajian dan mempertimbangkan langkah hukum baik dari aspek pidana maupun hak gugat.

“Pengaduan warga itu tidak mesti yang berada di sekitar kejadian swabakar, kita sedang siapkan materinya, jika syarat hukumnya terpenuhi gugatan kita majukan, semuanya akan terbuka bagi publik,” kata advokat yang biasa disapa Apeng.

Satu KK Beda TPS Hingga tidak Terdaftar Sebagai Pemilih Membuat Warga di Muaraenim Bingung

Polsek Pangkalan Balai Bekuk 2 Pelaku Pencurian Karet PTPN IV Unit Musi Landas Banyuasin

Pria Pengangguran Punya Tiga Istri di Lahat Ini Terpaksa Membegal untuk Memenuhi Keuangan Istrinya

Mualimin juga memberikan tanggapan atas hasil temuan tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel bersama DLH Lahat dan DLH Muaraenim, yang turun ke area stockpile Mawar PT BA dipimpin langsung Kepala DLHP Sumsel, Edward Candra, yang hasilnya dikatakan tim yang turun melihat tidak ada lagi swabakar di stockpile Mawar.

Batu bara yang ada juga telah dipindahkan ke stockpile batu bara lain. Akhirnya tim mengidentifikasi kondisi aliran air di sekitar stockpile Mawar, disposal, KPL dan kondisi lingkungan di lapangan, ditemukan 4 parameter pemeriksaan yakni pH, Fe, Total solid suspention (TSS) dan Mn (Mangan) ada yang di luar baku mutu.

Mualimin berpandangan, bahwa baku mutu lingkungan hidup ini merupakan salah satu instrumen penting dalam pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan, dengan adanya 4 parameter diluar baku mutu hasil temuan dari tim gabungan tersebut, telah menunjukkan PT BA memang gagal dalam upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.

“Sesuai aturan hukum, harusnya pemerintah dan pemerintah daerah segera mengambil langkah pemberian sanksi administratif setidaknya paksaan untuk pemulihan lingkungan. Dengan kejadian semacam ini, saya meragukan semua aktifitas usaha pertambangan batu bara di Sumsel ini memiliki izin lingkungan, Gubernur Sumsel perlu memastikan setiap usaha pertambangan batu bara memiliki izin lingkungan, batalkan dan cabut izin lingkungannya bagi yang tidak taat,” tegas pria yang pernah maju pada pencalonan Cawawako Palembang dari jalur independen 2018.

Walhi sendiri, tambahnya, akan lebih memfokuskan perhatian di sektor tambang batu bara ini dan mendorong peralihan sumber energi fosil, ke energi baru terbarukan demi keselamatan rakyat dan terjaganya fungsi lingkungan hidup. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved