Dulu Sopan Kini Amburadul; Sopir Trans Musi Ugal-ugalan, Turunkan Penumpang Sembarang Tempat

Moda trasnsportasi darat Trans Musi (TM) Palembang yang menjadi salah satu bagian dari jantung hulu-hilir bagi pengguna angkutan umum yang terintergra

Dulu Sopan Kini Amburadul; Sopir Trans Musi Ugal-ugalan, Turunkan Penumpang Sembarang Tempat
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Moda trasnsportasi darat Trans Musi (TM) Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Moda trasnsportasi darat Trans Musi (TM) Palembang yang menjadi salah satu bagian dari jantung hulu-hilir bagi pengguna angkutan umum yang terintergrasi cukup berpengaruh besar bagi masyarakat Kota. Namun sayangnya dibalik semua itu ada saja hal yang tidak sesuai dengan prosedur.

Setelah Resmi Diluncurkan ,Dua Koridor Trans Musi Dalam Kota Bakal Terapkan Pembayaran Dengan Kartu

Walikota Palembang Harnojoyo Launching BSB Cash, Pengoptimalan Pelayanan Bus Trans Musi Palembang

Cukup membayar Rp 5.000 pengguna TM bisa berkeliling kota Palembang dengan tujuan yang diinginkan. Tapi tidak semua bus bisa langsung membawa ke tujuan yang dituju, melainkan harus transit di halte-halte yang ada.

Ketika menaiki bus TM itu kita membeli tiket di dalam bus dan kondektur akan meneriaki setiap halte yang dilewati. Tujuan teriakan itu adalah untuk memberitahu penumpang jika ingin stop ataupun transit ketempat yang lain. Dengan muka serius dan keringat didahi sopir berkonsentrasi mengendarai bus itu.

Pantauan Sripo di lapangan saat menaiki bus Trans Musi dari Polda hingga Plaju dan sebaliknya harus transit empat kali, Kamis (4/4). Sopir yang membawa bus tersebut mengendarai TM dengan kecepatan yang cukup tinggi yang mana kondisi lalu lintas adat merayap. Sesekali klakson dibunyikan untuk membuka jalan saat terjebak kemacetan.

Bukan hanya itu saja, beberapa kali sopir harus sedikit menambah kecepatan jika sudah dekat dengan halte dan mengerem mendadak untuk menjemput atau menurunkan penumpang. Kondisi bus pun ada beberapa kursi yang sudah rusak dan Air Conditioner (AC) yang sudah jebol dan mengeluarkan air dari atas.

Dan lagi, karena seringnya menambah kecepatan mobil para pengguna TM yang sudah menunggu di halte lainnya terlewatkan, padahal mereka sudah berdiri tegak agar dapat naik mobil besar berwarna biru itu.

Setelah turun dari bus, Sripo pun mencoba berkeliling untuk melihat TM yang menjemput atau menurunkan penumpang bukan di halte melainkan di tempat lain. Ternyata setelah dipantau dan berkeliling Sripo mendapatkan hasil dimana bus TM menjemput penumpang sedikit jauh dari halte, karena di depan tempat pemberhentian terdapat mobil yang sedang parkir tepat lokasinya di halte SMA Muhammadiyah A dan Halte UIN A. Bahkan ada beberapa bus TM yang sengajak menaik dan turunkan penumpang bukan di halte.

Direktur Operasional SP2J Palembang, Antoni Rais mengatakan akan memberikan peringatan dan mengambil tindakan apabila ada sopir yang mengambil dan menurunkan penumpang bukan dihalte. Karena sesuai dengan prosedur yang ada harus mengantarkan dan menjemput penumpang di halte TM.

"Akan kita berikan peringatan keras apabila terbukti ataupun terlihat mengambil penumpang dan menjemput penumpang bukan di halte, tetapi kan terkadang ada kendaraan yang parkir menumpuk di halte jadi terpaksa harus sedikit maju berhentinya," jelas Antoni saat dikonfirmasi.

Saat ditanyai juga mengenai bagaimana jika kondektur dan sopir terlihat oleh masyarakat ataupun pihak SP2J yang melihat keduanya memainkan tiket TM, ia menjawab dengan tegas bahwa mereka tidak akan memberikan ampun untuk kondektur dan sopir yang menyelewengkan tiket.

"Kita tidak akan memberi ampun kepada mereka, pasti akan kita proses dan kita tanyai dahulu seperti apa dan kenapa," ujarnya. Lanjutnya lagi, saat ini bus TM berjumlah 120 unit dan sudah termasuk yang ke Indralaya. Jenis mobil pun mulai dari Mercy, Isuzu hingga Hyundai walau sudah ada yang dilelang. Untuk muatan bus pun tergantung jenis bus nya mulai dari yang bermuatan 20 orang, 30 orang hngga 50 orang.

Untuk saat ini sudah ada 15 bus tambahan yang diberikan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan siap beroperasi tinggal menunggu surat menyurat, untuk tambahan mobil ditahun 2019 ini SP2J sedang melakukan pengajuan. "120 bus yang beroperasi belum lagi ditambah dengan 15 bus bantuan itu, jadi total nantinya yang akan beroperasi akan lebih banyak lagi," ujarnya.

Lebih dalam ia mengutarakan di tahun ini aka nada dana anggaran untuk perbaikan bus yang rusak, namun dengan rincian dana yang cukup besar karena memang ada beberapa bus yang sudah rusak. Antoni juga menyampaikan bahwa saat ini pengguna TM perhari nya mencapai ratusan ribu orang.

"Kalau untuk rincian dana saya lupa tapi yang pasti cukup besar, kalau perhari dengan jam operasional dari pukul 05.15 hingga 19.30 WIB pengguna TM ratusan ribu," katanya. (mg4)

===

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved