Caleg Otak Perampokan Nasabah Bank, Modus Gembosi Ban

SP (36) otak sindikat pencurian uang nasabah bank dengan modus kempis ban yang dibekuk petugas Polres Bogor diduga calon anggota legislatif (Caleg) pa

Caleg Otak Perampokan Nasabah Bank, Modus Gembosi Ban
Istimewa
Ilustrasi - Caleg Asal Palembang Nekat Jadi Bandit Gembos Ban di Bogor, diduga untuk Modal Kampanye 

LUBUKLINGGAU - SP (36) otak sindikat pencurian uang nasabah bank dengan modus kempis ban yang dibekuk petugas Polres Bogor diduga calon anggota legislatif (Caleg) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Lubuklinggau.

Caleg Asal Palembang Nekat Jadi Kepala Geng Bandit Gembos Ban di Bogor, untuk Modal Kampanye

Paku Jebakan Dalam Bungkus Rokok, Bandit Gembos Ban Dimassa

Berdasarkan informasi dilapangan SP merupakan Caleg Perindo Daerah Pemilihan (Dapil) wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

SP ditangkap bersama temannya NA (28), ND (43), AM (32), HA (20) usai melakukan pencurian dengan cara gembos ban mobil. Ketua RT 05, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II,Aji Samanto membenarkan telah mendapat informasi kalau SP warganya ditangkap di Kabupaten Bogor karena kasus pencurian.

"SP memang warga saya yang tinggal di Jl Kenanga II, Kelurahan Batu Urip, dia (SP) tinggal disini sudah lima tahun," ungkapnya saat dihubungi Tribunsumsel.com, Senin (25/3).

Aji mengaku, mendapat kabar SP ditangkap oleh polisi sejak 10 hari yang lalu, namun, ia mengatakan saat itu tidak tahu pasti SP ditangkap dalam perkara apa.

"Terus terang kami kaget sekali, bertemu terakhir sebelum dia (SP) berangkat umroh bulan November 2018 lalu, saat itu kami bersama warga sekitar diundang untuk yasinan bersama dirumahnya," kata Aji.

Saat itu, mereka tidak mengobrol karena sehabis yasinan, Aji bersama warga lainnya langsung pulang kerumah masing-masing. Namun, menurutnya selama menetap di Kelurahan Batu Urip SP dikenal cukup baik.

"Bermasyarakatnya bagus, tapi pekerjaan pribadinya saya tidak tahu, anaknya dua orang, saat ini rumahnya ditunggu ayuknya, istrinya pasca kejadian, informasinya pergi ke Bandung," terangnya.

Lurah Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, May Suhada mengatakan bila SP sudah lima tahun tinggal di Kelurahan Batu Urip, ia menuturkan, SP bukan warga setempat melainkan warga pindahan.

"Aslinya kalau tidak salah dia orang daerah Pelalo, Kecamatan Binduriang, Curup Bengkulu, Memang dia (SP) Caleg partai Perindo diwilayah Kecamatan Barat," paparnya.

May menerangkan, selama ini mereka mengenal SP sebagai orang cukup berada, karena setiap mau bepergian bersama anak istrinya, SP salalu menggunakan mobil sendiri. Bahkan kadang sering pergi keluar kota juga.

"Dia (SP) punya mobil sendiri, rumahnya cukup bagus, tapi pekerjaan tetapnya saya tidak tahu, saya pikir dia (SP) pemborong," ujar May. (joy)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved