Sungaililin-Bayung Jalur Tengkorak, Jalan Retak dan Berlobang

Ruas Jalintim Palembang-Betung-Sungaillin hingga Bayunglencir menjadi jalur tengkorak bagi pengendara. Ruas ini menjadi momok terutama bagi pengemudi

Sungaililin-Bayung Jalur Tengkorak, Jalan Retak dan Berlobang
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Palembang-Betung KM 17 Banyuasin, Minggu (24/2/2019). Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional melakukan perbaikan jalan yang dilakukan di jalan lintas timur Palembang - Jambi sejauh 56 kilometer dengan anggaran dana sebesar Rp 130 milliar. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Ruas Jalintim Palembang-Betung-Sungaillin hingga Bayunglencir menjadi jalur tengkorak bagi pengendara. Ruas ini menjadi momok terutama bagi pengemudi truk dan fuso yang melintas.

Berita Lainnya:
Pengendara Terjebak Macet Lima Jam, Kondisi Arus Lalulintas Kendaraan di Jalan Palembang-Betung
Video Pengendara Terjebak Macet Lima Jam, di Jalan Palembang-Betung

Parahnya kemacetan di ruas ini terjadi akibat tergulingnya truk atau patah as sehingga arus lalin dari Jambi dan Palembang terkunci. Seringkali sopir pribadi mengambil jalur berlawanan untuk menghindari antrean truk.

Dra Dewi Karyati MM, warga Bayunglencir, Senin (25/2) mengatakan kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Ia yang biasa ke Palembang, akhirnya hanya bisa pasrah jika terjadi kemacetan di jalan."Susah memilih jalan semuanya sepertinya berlobang dan rata," tandasnya.

Bahkan ia pernah mengalami terpaksa menginap di atas mobil karena arus lalu lintas sama sekali tidak bisa bergerak dari arah Palembang maupun Jambi.

Sripo sendiri yang melintas di ruas ini terjebak di Sungaililin-Betung. Penyebabnya adalah rusaknya truk atau tronton akibat terguling di jalan berlobang dan berlumpur.

Tambal Sulam
Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V mulai melakukan perbaikan jalan Lintas Timur Palembang - Jambi yang mengalami kerusakan parah, untuk perbaikan sementara dilakukan dengan cara penambalan jalan yang berlubang (tambal sulam).

"Perbaikan jalan yang dilakukan di jalan lintas timur Palembang - Jambi sejauh 56 kilometer dengan anggaran dana sebesar Rp 130 milliar" ujar Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V, Ki Agus Syaiful Anwar.

Ia menambahkan, ada beberapa tempat yang diperbaiki dengan cara melakukan tambal sulam. Sekitar 90 lubang mulai dari perbatasan Sumsel-Jambi dan Sumsel-Lampung akan ditambal dalam proses perbaikan yang diperkirakan memakan waktu dua pekan dan pihak BBPJN Wilayah V bekerja dimulai pada pukul 22.00 WIB karena bila dilakukan pada siang hari akan menyebabkan kemacetan.

Perbaikan tersebut hanya bersifat sementara sembari menunggu tender proyek perbaikan jalan lintas timur Lampung-Palembang-Jambi dengan dana sebesar Rp1,4 triliun selesai dilakukan.

Proses perbaikan juga dilakukan di ruas jalan Lampung-Palembang dimana kerusakan paling parah terdapat di Kecamatan Mesuji. "Jadi seluruhnya diperbaiki sementara seperti ini, dihampar agregat lalu diaspal. Proses ini tahan sampai 2-4 bulan. Dibandingkan dengan penghamparan agregat saja yang bertahan 2 minggu, kami lebih memilih sampai melakukan pengaspalan," terangnya.

Syaiful menyebutkan dua faktor utama penyebab kerusakan jalan. Diantaranya, cuaca ekstrem dan banyaknya angkutan barang kelebihan tonase yang melintas.

"Harusnya beban jalan hanya sanggup 10 ton di setiap sumbu roda. Tapi ini lebih daripada itu. Kami berharap pengguna jalan bisa taat aturan sehingga jalan bisa terawat dengan baik," tutupnya. (faj/rto)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved