Berita Pagaralam

88 Orang Dengan gangguan Jiwa di Pagaralam Dipastikan Bakal Menyalurkan Hak Pilihnya

Qori Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil pendataan ada 88 ODGJ yang akan ikut menyalurkan hak suara mereka di Pemilu 17 April mendatang.

88 Orang Dengan gangguan Jiwa di Pagaralam Dipastikan Bakal Menyalurkan Hak Pilihnya
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI/DOKUMEN
Seorang gila melintas di depan ruko di Kota Muaraenim yang mulai meresahkan warga, Senin (27/10). 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -Terkait aturan Pemerintah Pusat yaitu diperbolehkanya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ikut dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam, menyatakan sebanyak 88 ODGJ Pagaralam mempunyai hak pilih pada 17 April 2019 mendatang.

Jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan KPU Kota Pagaralam. Pemilih ODGJ tersebut tersebar dilima kecamatan yang ada di Pagaralam.

Ketua KPU Kota Pagaralam, Qori Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil pendataan ada 88 ODGJ yang akan ikut menyalurkan hak suara mereka di Pemilu 17 April mendatang.

"Kita sudah melakukan pendataan jumlah Orang Dengan Ganguan Jiwa yang akan ikut menyalurkan hak suara mereka pada Pileg dan Pilpres mendatang," ujarnya kepada sripoku.com, Senin (25/2/2019).

Bank Syariah Mandiri Genjot Penyaluran KPR Komersil 70 M Sepanjang Tahun 2019

Pelamar PTPS Bawaslu Empatlawang Tinggi Capai 1414 Orang, Dibutuhkan Hanya 931 Orang

Perampok Bersenjata Api Dikepung dan Ditangkap Warga Setelah Merampok di Gelumbang Muaraenim

Sebanyak 88 tersebut ODGJ sudah cukup syarat untuk menjadi pemilih.

Dijelaskan Qori, 88 OGDJ tersebut tidak serta merta dipilih begitu saja, namun ODGJ ini masih dipilih sesuai dari tingkat kejiwaanya, atau masih dalam kategori yang tidak parah.

''Mereka yang masuk data kita yaitu ODGJ yang tingkat kejiwaanya masih cukup stabil, seperti masih dapat membedakan mana yang baik dan buruk,'' jelasnya.

Untuk TPS sendiri mereka tidak ada TPS khusus atau masih memilih di TPS masing-masing sesuai domisilinya. Namun akan diawasi oleh petugas TPS yang bertugas.

''Tidak ada pengawalan khusus untuk ODGJ yang akan memilih, hanya petugas TPS, seperti 2 hansip dan 1 anggota Polri yang akan mengawal saat masuk ke TPS," tegasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved