Kemarau Bakal Lebih Panjang, Potensi Karhutla Ada 16 Provinsi

Diperkirakan musim kemarau 2019 akan berlangsung lebih panjang dan lebih panas ketimbang tahun 2019. Namun demikian belum dipastikan kapan awal musim

Kemarau Bakal Lebih Panjang, Potensi Karhutla Ada 16 Provinsi
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Ilustrasi - Sejumlah perahu ditambatkan di pinggir Sungai Musi menunggu calon penumpang yang akan menyeberang dengan latar belakang Jembatan Ampera diselimut embun berkabut asap, di kawasan 10 Palembang, Selasa (25/8/2015) pagi. Seperti biasa masa musim kemarau Kota Palembang selalu diselimuti asap dari kebakaran lahan di luar kota Palembang. Hari ini hingga pukul 08.30 kabut masih tebal dan suhu dingin. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Diperkirakan musim kemarau 2019 akan berlangsung lebih panjang dan lebih panas ketimbang tahun 2019. Namun demikian belum dipastikan kapan awal musim kemarau mulai dan berapa lama berlangsung.

Berita Lainnya:

Waspada Karhutla di Musim Kemarau

Berita Pagaralam: Musim Kemarau, Lahan Pertanian di Pagaralam Kering dan Retak-retak. Petani Pasrah

Hal tersebut dikemukakan Deputi Bidang Kamtibmas Kemenko Polhukam, Bambang Sugeng di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (21/2). Rapat tersebut merupakan rapat koordinasi Pengendalaian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019 di Provinsi Sumsel.

"Berdasarkan perkiraan cuaca maka musim kemarau 2019 akan berlangsung lebih panjang dan lebih panas dari tahun 2018," ujar Bambang Sugeng.

Namun untuk perkiraan mulai kapan dan berapa lamanya musim kemarau ini masih perlu dirapatkan oleh pihak BMKG di pusat. "Apabila hal tersebut benar, maka perlu kita persiapkan seperti membentuk satgas untuk Satgas Karhutla melakukan pencegahan. Karena dengan pencegahan sangat efektif menanggulangi Karhutla," katanya.

Menurutnya lebih efektif dan efisien kalau dilakukan dengan pencegahan. Terbukti di tahun 2018 zero asap, karena tidak sampai terbakar, hanya panas dan ada titik api tapi langsung ditangani.

"Terkait musim ini masing-masing provinsi berbeda-beda seperti di Riau sudah musim kemarau sedangkan di Sumsel masih hujan. Maka untuk itu perlu dilakukan persiapan sebelum masuk musim kemarau," katanya.

Ia juga mengatakan, ketika sudah tahu musim kemarau kapan maka, akan ditetapkan siaga dini. Hal ini perlu dilakukan untuk mengaktifkan sumur bor mulai di oprasional dan lain-lain. Lalu lahan yang kering disiram dan buat water booming atau hujan buatan. Kalau sudah dilakukan pencegahan harapanya tidak parah.

"Untuk tahun 2019 ini provinsi yang berpotensi Karhutla bertambah dari 12 provinsi jadi 16 Provinsi, karena di provinsi tersebut ada terjadi Karhutla. Keempat provinsi yang bertambah yaitu Bengkulu, NTT, Papua dan Papua Barat," jelas Bambang.

Sementara itu Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang menambahkan, bahwa musim hujan 2019 akan berlangsung hingga bulan April 2019.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved