Berita Ogan Ilir

Disinyalir tidak Tepat Sasaran, Dinsos Ogan Ilir akan Lakukan Verifikasi dan Validasi Penerima PKH

Dalam waktu dekat akan dilakukan verifikasi dan validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Ogan Ilir.

Disinyalir tidak Tepat Sasaran, Dinsos Ogan Ilir akan Lakukan Verifikasi dan Validasi Penerima PKH
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sejumlah warga yang tergabung kedalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) nampak antri di kantor Kas Bank BRI menunggu giliran untuk memperoleh dana PKH. 

Laporan wartawan sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Dijadwalkan dalam waktu dekat tepatnya Maret 2019 nanti akan dilakukan verifikasi dan validasi (verivali) data terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Ini disampaikan Kadinsos OI Irawan Sulaiman, Kamis (21/2).

Dikatakan Irawan dilakukannya verivali data tujuannya untuk mengecek langsung ke lapangan mengenak keakuratan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena disinyalir terdapat data yang tidak tepat alias tidak tepat sasaran terhadap KPM yang ada di Kabupaten OI.

"Nanti akan diturunkan tim ke lapangan untuk mengecek langsung keberadaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) apakah memang benar masuk katagori salah satu komponen dari PKH.

Kalau tidak tepat sasaran tentu saja akan dicoret dari data dan akan digantikan orang lain," ujar Irawan.

Kondisi Danau Ranau Memprihatinkan Ini Upaya Penyelamatan yang Bakal Diambil Pemerintah

Alex Noerdin Prediksi LRT Palembang Bakal Sepi Penumpang, Ini Kiatnya untuk Memperkecil Kerugian

Insentif Naik 100 Persen, Ketua RT dan RW di Banyuasin Sumringah

Ia melanjutkan, nanti warga yang dicoret datanya akan digantikan dengan warga lainnya yang memang benar benar memenuhi kriteria komponen KPM, juga menambahkan bahwa jumlah peserta KPM tidak bisa bertambah dan bisa berkurang pada setiap Desa tersebut.

"Nanti juga akan kita tempel plat atau stiker di rumah KPM. Jadi bagi keluarga yang mampu tetapi menerima dana PKH secara tidak langsung akan merasa malu dan diharapkan akan menyadari dan akan mengundurkan diri sebagai KPM," jelas Irawan.

Dari data yang didapat, Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten OI untuk tahap awal pada tahun 2019 mencapai nominal Rp 29 miliar lebih.

Sementara, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten OI pada tahap I berdasarkan By Name By Adress (BNBA) dari BRI untuk tahap awal atau tahap I berjumlah 22.197 KPM dan untuk pencairannya berlangsung pada Februari 2019 di unit BRI masing masing wilayah.

====

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved