Berita Palembang

Kondisi Danau Ranau Memprihatinkan Ini Upaya Penyelamatan yang Bakal Diambil Pemerintah

Destinasi wisata Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dipenuhi sampah dan terjadi erosi.

Kondisi Danau Ranau Memprihatinkan Ini Upaya Penyelamatan yang Bakal Diambil Pemerintah
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Danau Ranau di Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan 

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Destinasi wisata Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Danau di Bumi Serasan Seandanan itu kini terdapat banyak sampah hingga terjadi erosi alias peristiwa terkikisnya bebatuan dan tanah yang disebabkan oleh air danau yang mengalir secara terus menerus.

"Kondisi Danau Ranau saat ini sangat memprihatinkan banyak sekali sampah plastik dan juga terjadi erosi," ujar Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Musi, Siswo saat menggelar rapat pembentukan Pokja Danau Ranau di Hotel Horison Ultima Palembang, Kamis (21/2/2019).

Ia mengatakan, menindaklanjuti kejadian tersebut Kementrian Lingkungan Hidup dan Pertanahan Republik Indonesia telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk menyelamatkan Danau Ranau sekaligus mengoptimalkan fungsi dari Danau Ranau sebagai destinasi wisata.

Alex Noerdin Prediksi LRT Palembang Bakal Sepi Penumpang, Ini Kiatnya untuk Memperkecil Kerugian

Bidan Desa yang Dirampok & Diperkosa Baru 1,5 Tahun Bertugas, Begini Pengakuan Kepala Desa

BNNK Ogan Ilir Bekuk Pengedar Sabu Beromzet Rp 600 Ribu per Hari

"Di Indonesia terdapat 30 Danau yang menjadi prioritas Pokja. Untuk di Sumsel Danau Ranau. Karena Danau Ranau memiliki kapasitas air yang sangat besar," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur pengendalian kerusakan perairan darat KLHK Kementrian Lingkungan Hidup dan Pertanahan Republik Indonesia, Ir Sakti Hadeng Ganan mengatakan dengan kondisi Danau Ranau yang sangat memprihatinkan maka danau tersebut perlu diselamatkan agar ketersedian air darat tidak mengalir ke laut saat hujan. Serta saat kemarau tidak terjadi pendangkalan di Danau Ranau.

Dengan Pembentukan Pokja ini, Sakti berharap dapat melibatkan berbagai instansi agar dapat menyusun perencanaan terpadu penanggulangan pencemaran Danau Ranau.

" Kita ingin Danau Ranau kapasitas airnya tidak berkurang. Apalagi air Danau Ranau ini dari berbagai sungai. Saya harap Danau Ranau ini bisa menjadi sumber PDAM, Pembangkit Listrik, Irigasi dan untuk keperluan Ketahanan Pangan," harap Sakti. (Oca)

====

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved