Berita Ogan Ilir

Bidan Desa yang Dirampok & Diperkosa Baru 1,5 Tahun Bertugas, Begini Pengakuan Kepala Desa

Dua hari pasca peristiwa pilu yang menimpa korban inisial Yl (27) bidan Desa yang telah menjadi korban tindak pidana perampokkan dan perkosaan

Bidan Desa yang Dirampok & Diperkosa Baru 1,5 Tahun Bertugas, Begini Pengakuan Kepala Desa
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIADI
Tim identifikasi Sat Reskrim Polres Ogan Ilir (OI) melakukan olah TKP lokasi tempat terjadinya peristiwa perampokkan disertai pemerkosaan yang menimpa korban inisial Y seorang bidan Desa yang bertugas di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Dua hari pasca peristiwa pilu yang menimpa korban inisial Yl (27) bidan Desa yang telah menjadi korban tindak pidana perampokkan dan perkosaan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) oleh pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang, terpantau Kamis (21/2) suasana aktivitas di lingkungan Poskesdes Simpang Pelabuhan Dalam nampak seperti biasa berjalan normal.

Jarak antara lokasi Poskesdes dengan jalan lintas lebih kurang hanya 100 meter dan tidak begitu jauh dari Mapolsek Kertapati Palembang.

Saat berusaha dimintai keterangan, sejumlah staff dan petugas lainnya terkesan enggan memberikan komentar, termasuk juga warga yang rumahnya berjarak tak begitu jauh dari lokasi Poskesdes tempat korban YL bertugas.

Menurut keterangan warga sekitar, Poskesdes tersebut dibangun lebih dari satu tahun yang lalu, warga merasa aman dan sama sekali tidak ada keluhan.

Puncaknya, saat mengetahui adanya peristiwa perampokkan disertai pemerkosaan yang menimpa seorang bidan desa tentu saja warga setempat merasa kaget dan terkejut.

Dituturkan Nurdin Kepala Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan mengatakan bila YL bersama suaminya merupakan warga pendatang dari Desa Palu Pemulutan Selatan.

Korban YL baru 1,5 tahun bertugas sebagai tenaga kesehatan bidan desa di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Kabupaten OI.

"Sebelum ditugaskan sebagai tenaga bidan Desa, YL terlebih dahulu meminta izin ke saya selaku kepala desa. Lebih kurang sampai dengan saat ini, sudah hampir satu tahun lebih beliau bertugas disini," tutur Kades Nurdin, Kamis (21/2).

Mendengar adanya peristiwa yang menimpa warganya, tentu ia selaku kepala desa merasa terpukul dan malu.

Mengingat selama ini, desanya itu aman-aman saja dan jauh dari segala gangguan ancaman keamanan.

"Saya berharap semoga aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini," harap Kades Nurdin seraya menyebut apabila sudah tertangkap pelakunya harus dihukum seberat-beratnya.

"Perlakuan pelaku ini sudah sangat keterlaluan," tambah Kades Nudin.

====

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved