Berita Muaraenim

Ponpes Bukan Bengkel. Wabup Muaraenim Ajak Masyarakat Sekolahkan Anaknya ke Pondok Pesantren

Ponpes tersebut bukanlah bengkel untuk memperbaiki anak-anak yang nakal, justru anak yang tidak nakal untuk bisa dimasukkan ke Ponpes.

Ponpes Bukan Bengkel. Wabup Muaraenim Ajak Masyarakat Sekolahkan Anaknya ke Pondok Pesantren
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Wabup Muaraenim H Juarsah, memotong nasi tumpeng dan akan diberikan kepada para ulama di Kabupaten Muaraenim, pada acara Istiqosah Kubro dan Harlah NU ke-93 di GOR Pancasila Muaraenim, Minggu (10/2/2019). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --Ada stigma di masyarakat jika anaknya nakal masukkan ke Pondok Pesantren (Ponpes).

Padahal Ponpes tersebut bukanlah bengkel untuk memperbaiki anak-anak yang nakal, justru anak yang tidak nakal untuk bisa dimasukkan ke Ponpes.

"Alhamdulilah, anak-anak saya dimasukkan ke Ponpes, bukan karena nakal," ujar Wabup Muaraenim H Juarsah SH pada pembukaan kegiatan Istighosah Kubro dan Pengajian Akbar Harlah NU ke-39 di GOR Pancasila Muaraenim, Minggu (10/2/2019).

Menurut Juarsah, dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang deras serta pergaulan bebas, salah satu untuk membentengi anak cucu kita yakni generasi mendatang adalah memasukkan anak-anaknya ke Ponpes atau sekolah Islam sehingga menjadi generasi kedepan yang berakhlak dan bertanggungjawab.

SSB Putra Buana OKI Sikat Habis Piala U-12 dan U-14 Festival Sepakbola Alex Noerdin Cup 2019

Mawardi Yahya Tinjau Jalan Rusak Perbatasan Ogan Ilir-OKU. Perbaikan Tahun Ini Dianggarkan Rp 160 M

Petani Cabai di Pagaralam Bak Sudah Jatuh Tertimpa Tangga. Harga Jual Anjlok Diserang Penyakit Pula

Memang Ponpes tersebut adalah untuk mengembleng anak-anak menjadi sosok yang berakhlak, berilmu baik ilmu dunia dan akhirat, serta bertanggunjawab didunia dan akhirat.

Jadi bukan masalah nakal atau tidak, ketika anak-anak kita di sekolahkan di Ponpes, tentu diharapkan jadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta berbakti kepada kedua orangtua.

Hal senada dikatakan penceramah KH Nur Salim, bahwa ia meminta dan menghimbau kepada umat muslim, mulai memasukkan anak-anaknya ke Ponpes, untuk dibekali dengan ilmu-ilmu agama sebagai benteng perkembangan arus informasi yang deras dan pergaulan bebas.

"Masukkan anak-anak ke Ponpes biar bisa menggaji, sholat, berdoa dan lain-lain. Jika orangtuanya sakit, anak-anak kita yang mendoakan," tegasnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved