Berita Palembang
Tahanan Rutan Pakjo Palembang Coba Kabur, Nekat Panjat Tembok Setinggi 8 Meter Namun Terpeleset
Seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas 1 Palembang atau Rutan Pakjo Palembang, mencoba kabur
Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas 1 Palembang atau Rutan Pakjo Palembang, mencoba kabur pada Selasa (22/1/2019) siang.
Kejadian tersebut diketahui penjaga lapas saat pelaku tengah memanjat bagian dak rutan.
Pelaku merupakan tahanan kasus Narkoba bernama Irwan (40) yang divonis pengadilan 14 tahun penjara.
Kejadian pencobaan kaburnya Irwan terjadi pukul 10.30 siang, dan diketahui oleh penjaga lapas saat memanjat dak atap rutan.
• Herman Deru Janji All Out Dukung RSI Siti Khadijah Menjadi Rumah Sakit Unggulan
• Sriwijaya FC Siap Hadapi 32 Besar Piala Indonesia, Berikut Prediksi Nama-nama Pemain yang Dipanggil
• Merasa Betah Tinggal di Palembang, Pria Asal India Ini Memutuskan Menjadi Warga Negara Indonesia
Kepala Rutan Pakjo Palembang Mardan membenarkan salah satu narapidananya berusaha kabur.
Namun aksinya berhasil digagalkan petugas usai teman sesama narapidana berteriak.
"Dia ini coba melarikan diri dengan cara memanjat tembok setinggi 8 meter dan diketahui sesama napi," ungkap Kalapas Pakjo, Mardan, Selasa (22/1/2019).
Atas aksi konyolnya itu, Irwan langsung diamankan dan dimasukkan ke tahanan isolasi.
Bahkan pengawasan di sel saat ini semakin diperketat.
• PATUT DIWASPADAI, Tanda dan Gejala Demam Berdarah Tak Lagi Keluar Bintik Merah Tapi Ini
• Wagub Sumsel Mawardi Yahya Apresiasi Pengungkapan Kasus Narkoba di Sumsel
• Anggota TNI Batalyon 141/AYJP Bedah Tiga Rumah Warga Muaraenim yang tak Mampu
"Dia ini diduga stres. Tidak ingin lama mendekam menjadi alasanya bertindak konyol dan mencoba kabur. Usai ditangkap dia langsung dimasukan ke sel isolasi. Dia memang baru saja divonis 14 tahun di kasus narkoba," ujarnya.
Tembok setinggi 8 meter tersebut jugalah membuat Irwan sempat terpeleset sebab dak di atas dipenuhi lumut sehingga saat akan melangkah dirinya terpleset.
"Sempat ada tembakan peringatan, tapi itu sudah sesuai SOP. Yang jelas sudah ditangkap dan ini menjadi catatat kami," jelasnya.