Berita Palembang

Cuaca di Palembang Tak Menentu, Masyarakat Harus Waspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue

Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang pun mengimbau untuk terus waspada terhadap penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti

Cuaca di Palembang Tak Menentu, Masyarakat Harus Waspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Cuaca di kota Palembang beberapa waktu terakhir sering tak menentu, dari panas tiba-tiba langsung hujan ataupun sebaliknya.

Kondisi tersebut dapat membuat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mudah berkembang biak.

Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang pun mengimbau untuk terus waspada terhadap penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Tak Mau Perpanjang Kontrak Bersama Chelsea, Hudson-Odoi Ternyata Diminati Banyak Klub

Pengendara Nilai Traffic Light Jembatan Musi IV Picu Kemacetan Panjang di Jam Sibuk

Video 20 WNA Ditangkap Petugas Imigrasi Palembang, Buka Praktik Kesehatan Ilegal di Hotel

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan dengan kondisi cuaca saat ini ekstrem, terkadang hujan kemudian panas membuat nyamuk Aedes Aegypti mudah berkembang.

Maka itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai akan menjalarnya penyakit DBD.

"DBD rentan sekali terjadi dengan cuaca ekstrem, kami imbau masyarakat waspada dan melakukan pola hidup sehat," ujarnya, Kamis (10/1/2019).

Video Hari-hari Terakhir Eni di SMAN 10 Palembang, Berikut Cerita Guru dan Teman-temannya di Sekolah

20 WNA Kantongi Rp 1 Miliar Per Hari dari Buka Praktik Pijat Tradisional Ilegal di Palembang

Tangis Martina Menahan Malu, Ulah Anaknya Uut Pemilik WO Yang Kabur Tipu Konsumen

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi bagaimana penanganan dan antisipasi DBD yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Adapun tindakan awal yang dapat dilakukan masyarakat yakni penerapan 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur.

"Jentik nyamuk ini berasal dari genangan air. Jadi warga harus melakukan 3 M dan rajin melakukan fogging," tegas Yudhi.

Trend Hunian 2019 yang Dibangun Develover, Tetap Mengedepankan Fasilitas Smart Home & Pendukung

Wako Pagaralam Alpian Maskoni Minta SSB Bintang Besemah Wajib Pertahankan Gelar Bergengsi di Sumsel

Pulang Usai Jalani Trial di Eropa, Firza Andika Bersiap Hadapi Piala AFF U-22 2019

Yudhi menjelaskan, DBD merupakan penyakit yang cukup banyak menerpa wong kito. Berdasarkan catatan Dinkes Palembang, kasus DBD selama tahun 2018 yakni sebanyak 641 kasus.

Dimana banyak menyerang diusia produktif yakni pada usia 5 hingga 14 tahun yang mencapai 371 kasus.

"Kasus DBD ini menyerang hampir disetiap daerah dan yang terbanyak yakni di daerah Kecamatan Sukarami Palembang. Tahun kemarin kasusnya tinggi, kami harap di awal tahun 2019 warga agar waspada," harapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved