20 WNA Kantongi Rp 1 Miliar Per Hari dari Buka Praktik Pijat Tradisional Ilegal di Palembang

20 WNA Kantongi Rp 1 Miliar Per Hari dari Buka Praktik Pijat Tradisional Ilegal di Palembang

20 WNA Kantongi Rp 1 Miliar Per Hari dari Buka Praktik Pijat Tradisional Ilegal di Palembang
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
20 WNA yang tertangkap membuka praktik pijat tradisional di salah satu hotel bintang empat Palembang, Sumatera Selatan, ketika berada di kantor KemenkumHAM Sumsel, Kamis (10/1/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pendapatan 20 warga negara asing (WNA) yang membuka praktik pijat tradisional ilegal di Palembang mencapai Rp 1 miliar per hari.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Sudirman D Hury.

Dikatakan Sudirman, dalam satu hari, para WNA itu mendapatkan pasien dengan jumlah ratusan.

Bahkan ada sebagian dari pasien datang dari luar Indonesia untuk berobat dengan para pelaku.

BREAKING NEWS: Buka Praktik Kesehatan Ilegal di Hotel, 20 WNA Ditangkap Petugas Imigrasi Palembang

BREAKING NEWS : Siswi SMAN 10 Palembang Ditemukan Tewas Terapung di Sungai Musi

BREAKING NEWS: Kebakaran Tempat Penampungan Minyak di Jalan Palembang Indralaya

"Satu pasien dikenakan tarif Rp 4,5 juta untuk sekali pijat. Dari pemeriksaan, dalam sehari mereka mengantongi keuntungan Rp 1 Miliar," kata Sudirman, saat memberikan keterangan, Kamis (10/1/2019).

Sudirman mengatakan, para pelaku membuka praktik pijat di salah satu hotel bintang empat kawasan Jalan R Soekamto, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang.

Pihak hotel pun nantinya akan diperiksa petugas lantaran diduga sebagai penyedia fasilitas.

"Pihak hotel akan kita panggil, tentu akan diselidiki apa keterlibatan mereka. WNA ini membuka praktek pijat tradisional melalui online, selanjutnya pasien akan datang ke hotel," ujar dia.

Barang bukti berupa paspor wisata yang digunakan para WNA tersebut kini telah diamankan.

Hasil penyelidikan, kota besar seperti Medan dan Bali, telah dikunjungi oleh mereka untuk membuka praktik yang sama.

"Setiap kota hanya dikunjungi selama tiga hari, lalu mereka akan pindah lagi biar tidak terdeteksi oleh pihak imigrasi," kata dia.

Fakta Lamarannya Dibongkar Sahabat, Penampilan Syahrini Berubah Drastis, Demi Reino Barack?

Mayatnya Mengapung di Sungai Musi, Ternyata Eni Yulansari Siswi SMAN 10 Sempat Lakukan Ini

Mayatnya Mengapung di Sungai Musi, Eni Yulansari Siswi SMAN 10 Palembang Ternyata Anggota Paskibra

Diberitakan sebelumnya, Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menangkap 20 WNA yang membuka praktik pijat tradisional ilegal di salah satu hotel bintang empat di Palembang.

Sudirman D Hury mengatakan, dari 20 tersangka, 16 merupakan warga asal Malaysia, dua dari China, satu dari Hongkong dan satu dari Belgia.

Para WNA tersebut menurutnya telah menyalahi aturan, lantaran menggunakan visa kunjungan wisata namun ternyata kedapatan membuka praktik pijat tanpa izin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buka Praktik Pijat Ilegal di Palembang, 20 WNA Kantongi Rp 1 Miliar Per Hari ". Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved