Berangkat Ibadah Haji Reguler Antri 15 Tahun, Visa Furoda Jadi Solusinya Namun Tetap Hati-hati

Jamaah Calon Haji (JCH) yang hendak berangkat dari Palembang unutk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah, kini harus antri hingga 15 tahun lamanya.

Berangkat Ibadah Haji Reguler Antri 15 Tahun, Visa Furoda Jadi Solusinya Namun Tetap Hati-hati
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Sekretaris KBH Al-Mabrur, H Mecca Edo Eka Satria SH. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigen Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jamaah Calon Haji (JCH) yang hendak berangkat dari Palembang unutk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah, kini harus antri hingga 15 tahun lamanya.

Hal ini diperuntukan bagi JCH reguler beda halnya dengan haji plus yang harus antri dari 5-6 tahun.

Dari itu, sebagian masyarakat yang memiliki banyak dana dan enggan antri lama untuk menunaikan ibadah Haji ke tanah suci, kerap menggunakan Visa Furoda atau undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi, sehingga bisa langsung berangkat dan tanpa menunggu bertahun-tahun.

Tingginya peminat CJH yang hendak berangkat, namun enggan menunggu berlama-lama untuk beribadah, menjadikan Visa Furoda ini dijual secara bebas melalui online.

"Visa Furoda ini sebenarnya ilegal tapi banyak travel yang menjalankan dan diketahui pihak Kemenag. Kami harap harap Kemenag jangan tutup mata, kalau memang boleh apa salahnya dilegalkan," ungkap Manager Naja Tour and Travel, M Farhan, Selasa (8/1/2019).

Bupati Muba Dodi Reza Serahkan Sertifikat Tanah Waga Perumahan Becak, Setelah 23 Tahun Menunggu

Gas Melon Langka di Palembang, Pengamat Ekonomi: Itu Masalah Klasik dan Diduga Ada Permainan Harga

Lima Remaja di Pagaralam Pasrah Digiring Petugas Lantaran Kedapatan Simpan Ganja

Visa Furoda ini biayanya diangka 14.000-18.000 USD atau dirupiahkan lebih dari Rp. 400 Juta, berbeda dengan biaya Haji Plus Kisaran total harganya hanya 11.000 USD namun menunggu antrian sekira 5 tahun lamanya.

"Sifatnya pun tidak pasti berangkat atau tidak, Visa Furoda kalai dijual belikan melalui online rasanya sulit, lantaran harus kedutaan Arab Saudi yang mengeluarkan secara langsung," jelasnya.

"Dengan adanya hal ini diharapkan Pemerintah harusnya menindak,  karena dikatakan ilegal nggak, legal juga nggak, pada dasarnya kami pihak travel setuju kalau untuk ibadah jalur cepat, karena membatu orang ibadah kenapa harus ditunda, tapi kami takutkan gagal berangkat," ujarnya.

Bagi para jemaah juga diharapkan berhati-hati dengan tawaran yang bisa memberangkatkan CJH dengan cepat meski dengan biaya yang cukup tinggi.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved