Berita Muba

10 Wajib Pajak Sumbang Pendapatan Daerah Tertinggi, BPPRD Muba Targetkan Pajak Naik 2 Miliar

Pasalnya BPPRD Muba menargetkan pajak daerah mengalami kenaikan sebesar Rp 2 Miliar pada tahun 2019 ini, mengingat dari sektor pajak daerah

10 Wajib Pajak Sumbang Pendapatan Daerah Tertinggi, BPPRD Muba Targetkan Pajak Naik 2 Miliar
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI, HANDOUT
Kepala BPPRD Kabupaten Muba, Riki Junaidi AP MSi (tengah) bersama sejumlah kepala bidang (Kabid). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Memasuki awal tahun 2019 ini Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bakal bekerja keras lagi.

Pasalnya BPPRD Muba menargetkan pajak daerah mengalami kenaikan sebesar Rp 2 Miliar pada tahun 2019 ini, mengingat dari sektor pajak daerah mengalami over target hingga 111,54 persen pada tahun 2018 lalu.

Kepala BPPRD Kabupaten Muba, Riki Junaidi AP MSi mengatakan, bahwa tahun ini pajak daerah mengalami kenaikan sebanyak Rp 2 miliar, yang mana pada tahun lalu menargetkan lebih kurang Rp 7,2 miliar kini pada tahun ini menjadi Rp 7,4 miliar. Peningkatan tersebut dilakukan agar PAD meningkat.

"Kenaikan itu keputusan dari Tim Pemerintah Anggaran Daerah (TPAD) yang mematok serta menaikan pajak daerah," ujar Riki ketika dikonfirmasi, Kamis (3/1/18).

Dijelaskanya, kenaikan itu nanti diperuntukkan bagi 10 item pajak yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, air tanah, sarang burung walet, PBB Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta minerl bukan logam.

"Nah, capaian pada tahun 2018 lalu, penyumbang terbesar dari 10 item hingga tembus 111,54 persen dengan nominal lebih kurang Rp 81 miliar yakni BPHTB mencapai 40 persen," ungkapya.

Selain itu, lanjut Riki, pihak BPPRD optimis target yang telah ditetapkan akan dicapai, bahkan bisa over target. Sebab, ada dua pajak yang mana telah diterbitkan Peraturan Bupati (Perbub) perubahan nominal seperti sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Pajak Air Tanah. "Makanya kami optimis bisa tercapai," jelasnya.

Sementara, Kabid Penagihan dan Pembukuan, Solekhan AS menambahkan, tentunya juga capaian yang didapat tersebut tidak terlepas dari intansi terkait, pihak Kejari Muba yang mana telah membantu, dan wajib pajak yang memeliki kesadaran.

"Tahun ini BPPRD Muba tetap bersama dengan Kejari dalam meningkatkan pajak daerah serta retribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dilakukan agar wajib pajak taat atas kewajibanya membayar pajar," ungkapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved