Upaya Berantas Peredaran Narkoba, Jangan Ada Lagi Orgen Tunggal Malam Hari

Situasi kamtibmas sepanjang tahun 2018, terdapat 742 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan tahun 2017 yaitu sebanyak 956 kasus, atau turun sebanyak 22,

Upaya Berantas Peredaran Narkoba, Jangan Ada Lagi Orgen Tunggal Malam Hari
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Ilustrasi - Pemusnahan Narkotika jenis sabu dan ganja di depan gedung satres Narkoba Polres Banyuasin, Rabu (12/12). 

SRIPOKU.COM , LUBUKLINGGAU - Situasi kamtibmas sepanjang tahun 2018, terdapat 742 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan tahun 2017 yaitu sebanyak 956 kasus, atau turun sebanyak 22,38 persen.

Sementara untuk penyelesaian kasus tindak pidana pada tahun 2018 yang selesai sebanyak 599 kasus, atau berkisar 80,72 persen. Penyelesaian tindak pidana ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya hanya 70 persen, atau sebanyak 579 yang selesai dari 956 kasus.

Berita Lainnya:
Peredaran Narkoba di Sumsel Meningkat Drastis, Acara Orgen Tunggal Jadi Sorotan Petugas Polda Sumsel
Rebut Mikrophone di Acara Orgen Tunggal, Piko Meregang Nyawa

"Jika melihat jumlah kasus yang ada dikaitkan dengan waktu, maka pqda tahun 2017, setiap 9,3 menit terjadi tindak pidana. Sementara di tahun 2018, tiap 11,3 menit terjadi tindak pidana, itu kalau di rata-rata," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, saat rilis akhir tahun di Mapolres Lubuklinggau, Senin (31/12).

Terkait tindak pidana, kata Dwi, yang paling dominan adalah kasus pencurian dengan pemberatan (Curat). Meskipun kasus curat pada tahun 2018 menurun dibandingkan tahun 2017. Dimana, pada tahun 2017, kasus curat sebanyak 206 kasus dan pada tahun 2018 terjadi 161 kasus curat atau turun 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Diurutan kedua adalah kasus curas, yaitu sebanyak 58 kasus pada tahun 2018 atau turun dibandingkan tahun 2017 sebanyak 79 kasus. Kemudian kasus curanmor pada tahun 2018 sebanyak 57 kasus, atau turun cukup drastis, sebanyak 61,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 149 kasus curanmor.

Adapun untuk kasus barkoba, terjadi peningkatan pengungkapan kasus. Dimana pada tahun 2018 sebanyak 80 kasus diungkap, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 76 kasus. Untuk kasus narkoba, jumlah tersangka pria sebanyak 95 orang dan tersangka wanita sebanyak 13 orang.

"Narkoba terkait dengan aktif tidaknya untuk mengungkap. Di Lubuklinggau banyak narkoba, karena itu semakin anggota aktif maka jumlah tangkapan semakin banyak," kata Dwi.

Khusus untuk pemberantasan narkoba di Kota Lubuklinggau, Dwi mengharapkan semua pihak untuk merapatkan barisan, bersatu padu memerangi narkoba. Untuk menekan peredaran narkoba, salah satu cara adalah dengan tidak memberikan peluang atau kesempatan kepada para pengedar untuk bergerak.

"Salah satu caranya dengan tidak memberikan izin untuk orgen tunggal di malam hari. Saya pikir masyarakat di Lubuklinggau ini setuju kalau orgen tunggal dialihkan jangan pada malam hari," katanya. (zie)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved