Berita Muba

Gerombolan Gajah Liar Masuki Kebun Warga di Muba

kawanan gajah di kebun milik warga di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) beberapa waktu lalu, langsung disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Muba

Gerombolan Gajah Liar Masuki Kebun Warga di Muba
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Masyarakat Kecamatan BHL bersama pemerintah kecamatan pada saat mengecek lintasan gajah yang dilalui beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Masuknya sejumlah kawanan gajah di kebun milik warga di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) beberapa waktu lalu, langsung disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pemkab Muba bersama Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, akan membuat desain Green Belt (sabuk hijau) yang merupakan tanaman dalam menghalau gajah.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, mengatakan beberapa waktu lalu kawasan perkebunan di Kecamatan BHL di masuki oleh sejumlah kawanan gajah.

Terkait permasalah tersebut Pemkab Muba akan pro aktif bersama pihak Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dalam menyelesaikan persoalan kawanan gajah yang masuk ke perkebunan warga. 

“Ya, nanti kita akan membentuk tim dengan melibatkan Dinas terkait dalam menghalau gajah yang memasukki perkebunan warga. Salah satu solusinya dengan Green Belt, solusi ini kami nilah sangat tepat dalam meminimalisir terjadinya konflik antara gajah dengan warga,” kata Beni, Jumat (14/12/18).

Dijelaskan Beni, desain Green Belt yang diterapkan selain menghalau kawanan gajah dalam memasuki kawasan perkebunan warga. Desain Green Belt juga bisa menjadi alternatif ekowisata. “Dari alternatif yang dilakukan ini sehingga tidak ada anggapan dari warga bahwasannya kawanan gajah yang melintas tersebut menjadi perusak perkebunan,”jelasnya.

Sementara, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI , Indra Exploitasia, menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi langkag cepat Pemkab Muba dalam mengatasi permasalahan kawanan gajah yang memasuki pemukiman. 

"Kami apresiasi langkah pak Bupati dan Wakil Bupati Muba yang sangat serius untuk mencari solusi sejak dini, antisipasi yang dilakukan supaya tidak terjadi konflik antara kawanan gajah dengan masyarakat,”ujarnya.

Warga Desa Padang Kecamatan Merapi Selatan Lahat Klaim Lahan Kawasan Pusat Latihan Gajah

Camat Sungai Keruh dan Perangkat Desa Gajah Mati Gotong-royong Timbun Jalan Rusak

21 Gajah Ngamuk Masuk Desa & Hancurkan Satu Rumah, Saat Ditinggal Untuk Berlebaran

Solusi yang dilakukan tersebut antara lain dengan pembuatan Green Belt yang akan dikonsep dengan pembuat pembatas dari tanaman sehingga kawanan gajah liar yang melintas nantinya tidak lagi merusak perkebunan warga.  

“Konsep Green Belt dibuat dari pembatas dari tumbuh-tumbuhan yang bisa juga menjadi makanan kawanan gajah, ini solusi untuk mengalihkan perhatian gajah dengan tidak memakan hasil kebun warga. Konsep Green Belt ini baru pertama kali akan dilakukan di Muba dan konsep ini pertama di Indonesia,”ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Muba Andi Wijaya Busro mengatakan pihaknya akan turun kelapangan Jumat (14/12/18), tim akan langsung terjun ke lokasi yakni untuk memetakan konsep pembuatan Green Belt.

"Kita akan langsung turun ke lokasi yakni Kecamatan BHL, dengan melibatkan masyarakat dan perangkat desa serta Kecamatan,"ujarnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved