Berita OKU Timur

Banyak Kelemahan, Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) Diganti Mulai Tahun 2019

Banyak Kelemahan, Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) Diganti Mulai Tahun 2019

Banyak Kelemahan, Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) Diganti Mulai Tahun 2019
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Sosialisasi Bimtek agen penyaluran BPNT di Aula Parai Puri Tani Hotel yang sebelumnya merupakan program Rastra, Rabu (5/12/2018). 

Banyak Kelemahan, Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) Diganti Mulai Tahun 2019

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2019 mendatang akan diganti menjadi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Program tersebut diberikan pemerintah pusat melalui dinas sosial yang diperuntukan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

BPNT yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang hanya dapat digunakan untuk membeli pangan kepada pedagang (E-Waroeng) yang telah bekerjasama dengan pihak bank.

Kepala Dinas Sosial OKU Timur Juwariyah, SE, MM ketika membuka kegiatan Bimtek agen penyaluran BPNT di Aula Parai Puri Tani Hotel, Selasa (5/12/2018) mengatakan, selama ini pembagian Rastra hampir terjadi di seluruh Indonesia dengan sejumlah kelemahan mulai dari distribusi tidak tepat waktu, pembagian yang tidak tepat sasaran atau penerima tidak terdaftar di KPM.

"Serta jarak titik bagi ke KPM terkadang sering dipungut ongkos oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dengan memperhatikan kelemahan ini maka pemerintah mencari solusi untuk melaksanakan program BPNT agar bisa lebih Efektif, Efisien, Tepat Waktu dan Tepat sasaran," katanya.

Selain itu kata dia, melalui BPNT juga bisa memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi pangan, serta dapat mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGS).

"Tujuan pemerintah mengganti Rastra menjadi BNPT selain untuk mengurangi beban pengeluaran KPM dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan, juga sebagai salah satu langkah untuk memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KMP. Serta meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu saat penerimaan bantuan pangan bagi KPM," katanya.

Lebih lanjut Juwariyah menjelaskan, beberapa manfaat dari program BPNT untuk KPM diantaranya meningkatkan ketahanan pangan KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggunalangan kemiskinan dan meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial.

Selain itu juga dapat meningkatkan transaksi non tunai dalam agenda Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro yang sudah berpengalaman dalam usaha penjualan telur dan beras.

"Untuk sosialisasi program BPNT Dinsos melalui Bidang Penanggulangan Kemiskinan sudah melaksanakan road show di 20 kecamatan yang diikuti Camat, Kepala Desa/Kelurahan serta perangkatnya," katanya.

====

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved