CPNS 2018

Rangking Sesuai Pilihan Instansi, Solusi Polemik Passing Grade CPNS

Aturan baru untuk sistem ranking dalam SKD telah resmi dirilis melalui Permenpan No 61 Tahun 2018. Karena itu, peserta yang tidak lolos SKD masih

Rangking Sesuai Pilihan Instansi, Solusi Polemik Passing Grade CPNS
SRIPOKU.COM/Odi Aria Saputra
Ratusan peserta saat mengikuti tes SKD instansi Kemenkumham di Dining Hall Jakabaring Palembang beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aturan baru untuk sistem ranking dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) telah resmi dirilis melalui Permenpan No 61 Tahun 2018. Karena itu, peserta yang tidak lolos SKD masih memiliki peluang untuk mengikuti SKB (seleksi kompetensi bidang) dengan sejumlah syarat.

Dalam peraturan itu, pemerintah akhirnya menerapkan sistem rangking sebagai alternatif kriteria kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Permenpan ini sendiri menjadi solusi terbaik di tengah polemik minimnya para peserta yang mencapai passing grade. Sementara kuota CPNS yang dibuka oleh instansi dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.

"Tujuan diubah Permenpan ini untuk memenuhi kuota instansi dan pemda, dari jalur itulah bisa didapatkan solusinya," kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Kanreg VII BKN Palembang, M. Andri Hafif, Kamis (22/11).

Ia menjelaskan, calon peserta SKB nantinya yakni mereka yang memenuhi Nilai Ambang Batas berdasarkan Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar pengadaan CPNS Tahun 2018. Sementara itu, bagi Peserta SKD yang tidak memenuhi Nilai Ambang Batas berdasarkan Peraturan Menpan RB Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018, masih memiliki peluang. Dengan catatan memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD yang sudah diatur secara teknis dalam peraturan tersebut.

Misalnya di suatu instansi buka enam kuota, namun yang mencapai passing grade hanya dua." Nah yang empat sisanya ini akan dicari lewat perangkingan," jelasnya. Jadi rangking itu sesuai peserta di instansi atau lembaga di Pemerintahan Daerah tersebut. Untuk sistem perangkingan sendiri, pada tanggal 24-25 November nanti BKN pusat bakal memanggil instansi masing-masing untuk mencocokkan perangkingan yang tak lulus SKD. Selanjutnya akan dirapatkan mengenai teknisnya untuk para peserta agar dapat melanjutkan ke tahapan seleksi bidang.

Hafif memastikan, sistem pemeringkatan ini akan dilakukan transparan dan tak ada cela bagi oknum melakukan lobi-lobi untuk meluluskan seorang CPNS. Peserta CPNS bisa memantau langsung berapa nilai mereka dan para pesaingnya.

"Untuk yang lulus SKD itu datanya langsung di BKN pusat, kita tidak terima salinan. Saya pastikan tak ada yang bisa bermain, karena perangkingan langsung dari panselnas," tegasnya.

Setelah didapatkan nilai perangkingan, para peserta yang berkesempatan melanjutkan ke SKD dapat mengetahui hasilnya dan mengikuti tahapan tes bidang dari website dan instansi masing-masing. "Dengan ada sistem ini secara otomatis tes kompetensi bidang juga akan mundur sampai perangkingan didapatkan," ujar Hafif. (Oca)

====

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved