Buya Menjawab

Macam-macam Sholat Sunnat

Buya saya baca SRIPO Jumat yang lalu tentang Sholat rawatib dan non rawatib yang mu'akkadah, kalau yang ghairo mu'akkadah sholat apa saja buya?

Macam-macam Sholat Sunnat
http://hasmidepok.org/
Ilustrasi. 

Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
Buya saya baca SRIPO Jumat yang lalu tentang Sholat rawatib dan non rawatib yang mu'akkadah, kalau yang ghairo mu'akkadah sholat apa saja buya? Mohon penjelasannya. Terimakasih.
08527332xxxx

Jawab:
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.
Sholat Rawatib dan sholat sunnah yang tidak Mu'akkad.

- Sholat sunnat rawatib yang ghoiro Mu'akkadah (tidak mu'akkad) ada dua belas raka'at, yaitu dua raka'at sebelum Zuhur, selain dua raka'at yang Mu'akkadah. Dua raka'at setelah Zuhur selainduarokaat yang Mu'akkadah. Untuk hari Jum'at, sholat sunnahnya sama seperti sholat sunnah Dzuhur. Empat raka'at sebelum Sholat Ashar, dua raka'at sebelum Sholat Maghrib, dan dua rokaat sebelum sholatisyak.

- Sholat sunnat Awwabiin, disebut juga sholat ghafilah atau lalai, karena saat itu banyak orang yang dilalaikan oleh hidangan makan malam, atau tidur, dan sebagainya. Sholat Awwabin ini dilakukan sebanyak dua puluh raka'at, boleh enam raka'at namun batas minimal dua raka'at, melaksanakan sholat Sunnat Awwabin diantara Maghrib dan Isya' sebagaimana Rasulullah saw. bersabda; "Barang siapa sholat antara Maghrib dan Isya', maka itu adalah sholat sunnat Awwabin". (HR. Ibn nasr, al- Jami' al- Shaghir, bab al- Mim).

- Sholat Sunnat Tasbih. Laksanakan juga Sholat Tasbih sebanyak empat raka'at; jika dilakukan pada siang hari, empat raka'at dengan satu kali salam, dan apabila malam hari dilakukan dengan dua kali salam, sehingga jumlah tasbihnya sebanyak 300 tasbih.

- Sholat Sunnat Taubat. Sholat sunnat taubah dilakukan setelah seseorang merasa berbuat dosa (ma'siat), kemudian bertaubat kepada Allah SWT dengan sholat 2 raka'at (4 dan 6 raka'at). Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw.: "Tiadalah seorang hamba yang pernah berdosa, lantas ia berwudhu, melakukan sholat , dan memohon ampunnan kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

- Sholat Sunnat Safar. Bagi orang yang akan bepergian yang bukan maksiyat, disunnahkan untuk mengerjakan sholat sunnat dua raka'at. Tujuannya supaya mendapat keselamatan, keridhaan-Nya dan berhasil apa yang dicita-citakan.

- Sholat sunnat Mutlak. Sholat sunnat Mutlak, yaitu sholat sunnah yang tidak berkaitan dengan waktu. Tidak mengiringi sholat fardhu dan tidak terbatas raka'atnya. Sebagaimana Rasulullah Saw. berkata kepada Abu Dzar, "Sholat adalah sebaik-baik amal taqarrub kepada Allah. Karena itu, perbanyaklah raka'at sholat bagi yang mampu, atau kurangilah raka'atnya (jika tidak mampu)."(HR.Ibnu Majah)

- Sholat sunnat Thawaf. Sholat yang dikerjakan setelah selesai thawaf tujuh putaran, berdo'a di multazam, kemudian bergeser menuju belakang maqam Ibrahim. Sholat Sunnat Thawaf ini dua raka'at, pada raka'at pertama sesudah membaca surah al-Faatihah, membaca surah al-kaafirun, dan pada raka'at kedua setelah membaca surah al-Faatihah membaca surah al-Ikhlas.

- Sholat sunnat Tahiyyatul Masjid.
Shalat sunnat tahiyyatul masjid dua raka'at dilakukan setiap memasuki masjid, berdasarkan Hadits riwayat Abu Qatadah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Jika salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum sholat dua raka'at." (HR.Bukhari dan Muslim).

- Sholat sesudah berwudhuk atau syukur wudhuk. Walaupun berwudhu bukan karena hadats melainkan wudhuk tajdid (memperbaharui), maka sunnat sholat dua raka'at berdasarkan Hadits Rasulullah Saw.: "Siapa saja yang menyempurnakan wudhuk dan sholat dua raka'at tanpa membicarakan dirinya sendiri, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR.Bukhari dan Muslim).

- Sholat Istikharah. Sholat Istikharah adalah sholat sunnat yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah agar memberikan pilihan yang lebih baik dari dua perkara (pilihan) atau lebih untuk menghilangkan keraguan hati dalam memilih, agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Waktu setiap sa'at kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan.

- Sholat Sunnat Hajat. Yang dimaksud sholat hajat, ialah sholat yang dikerjakan ketika mempunyai kebutuhan yang mendesak, untuk memohon agar hajatnya dikabulkan oleh Allah Azza Wa Jalla. Sekurang-kurangnya dua raka'at dansebanyaknya dua belasraka'at.

- Sholat sunnat Zawwal , adalah sholat dua raka'at setelah tergelincir matahari. Pada raka'at pertama membaca surah al-kaafirun dan pada raka'at kedua membaca surah al-Ikhlaash. Dalam satu riwayat dinyatakan bahwa Rasulullah Saw. melakukan sholat tersebut dan menyuruh untuk dilaksanakan. Akan tetapi hadits itu termasuk dalam kategori gharib dari segi riwayatnya karena hanya satu orang rawi yang meriwayatkan.

Demikian sholat-sholat sunnat yang tidak mu'akkad, akan tetapi hikmahnya sangat tinggi nilainya. ()

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved