Buya Menjawab

Membuat Pembatas Sholat

Apa hukum membuat pembatas ketika mau sholat, kenapa di Masjidil Haram orang bebas saja melintas di hadapan orang yang sedang sholat?

Membuat Pembatas Sholat
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
BUYA, apa hukum membuat pembatas ketika mau sholat, kenapa di Masjidil Haram orang bebas saja melintas di hadapan orang yang sedang sholat? Tolong dijelaskan Buya. Terimakasih.
08127384xxxx

Berita Lainnya: Doa dan Tata Cara Sebelum-Sesudah Sholat Jumat Dapatkan Rahasia Dahsyat dan Keistimewaannya

Jawab:
Assalamualaikum.Wr.Wb.
ANANDA, hukum membuat pembatas sholat adalah sunnah berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Yang artinya; "Jika kalian hendak mendirikan sholat, maka sholatlah di belakang tirai atau pembatas, dan jangan biarkan orang lain lewat ditengahnya. Jika ada orang hendak melewati bagian dalam pembatas itu, maka bunuhlah karena dia itu setan." (HR.Abu Daud, an Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Said).

Perintah untuk membunuh orang yang melewati orang yang sedang sholat seperti dalam hadits di atas, menurut Ulama Hanafiyah hanya berlaku pada awal munculnya Islam, yaitu ketika boleh melakukan sesuatu dalam sholat. Namun hal itu sudah dihapus dan tidak berlaku lagi.(Ad-Durrul Mukhtaar,Vol.1 hlm.596).

Ulama Syafi'iyah menyatakan, Haram hukumnya melewati di depan orang sholat jika dia telah membuat batasan tempat sholat, meskipun orang yang lewat tidak punya jalan lain selain itu. Alasannya adalah Hadits riwayat Abu Jahm al-Anshori.

Rasulullah Saw. bersabda yang artinya; "Jika orang yang lewat tahu dosa apa yang akan dia dapat dengan melewati orang yang sholat, niscaya berdirinya menunggu selama empat puluh masa (tahun) lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sholat". (HR Bukhari dan Muslim).

Ulama Syafi'iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa disunnahkan bagi orang yang sedang sholat untuk menghalangi orang yang hendak lewat di depannya yang termasuk di dalam pembatas sholat. Hukum atau anjuran ini tidak berlaku di Mekkah dan Masjidil Haram, alasannya hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Nasa'I dari Muththalib bin wada'ah, ia berkata bahwa ia pernah melihat Rasulullah Saw. shalat di samping pintu Bani Sahm, dan beliau membiarkan orang-orang lewat di depan beliau, padahal tidak ada pembatas sholatnya. (Vol.1 hlm 200).

Demikianlah jawaban dari pertanyaan ananda, sunnah membuat pembatas dan menghalangi orang yang akan melewati bagian dalam pembatas sholat, masih tetap berlaku selain dari Mekkah dan Masjidil Haram. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved