Berita Ogan Ilir

Bayaran Gas Rumah Tangga di Ogan Ilir Membengkak. PD Petrogas Pastikan Penyebabnya 3 Faktor Ini

Pihak PD Petrogas memastikan tiga faktor penyebab membengkaknya tagihan gas rumah tangga.

Bayaran Gas Rumah Tangga di Ogan Ilir Membengkak. PD Petrogas Pastikan Penyebabnya 3 Faktor Ini
beritadaerah.co.id
Jaringan Gas Rumah Tangga. 

Laporam wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Pihak PD Petrogas memastikan tiga faktor penyebab membengkaknya tagihan gas rumah tangga.

Antara lain yakni pemakaian yang terlalu banyak, terjadinya kebocoran pada bagian pipa, parahnya lagi diduga adanya staff nakal yang dengan sengaja melakukan pencatatan yang tidak sesuai.

Hal ini diungkapkan Dirut PD Petrogas Rusdi Malika, Kamis (30/8) saat dibincangi di ruang kerjanya.

Baca: Aksesoris Pelat Nomor ini Dapat Berganti Secara Otomatis Seperti di Film James Bond

Dijelaskan Rusdi Malika, tiga faktor penyebab membengkaknya tagihan gas rumah tangga diketahui setelah pihaknya melakukan investigasi ke lapangan dan ditemukanlah ketiga faktor tersebut.

"Pertama masalah jaringan pipa gaa. Jaringan ini dibangun pada tahun 2013 lalu oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Operasionalnya baru tahun 2017, artinya sudah lebih kurang lima tahun pipa ini terpasang," ujar Rusdi Malika.

Baca: Wujudkan Kota Layak Anak di Mauraenim, Pemkab Lakukan Rapat Koordinasi

Pasti dijelaskan Dirut PD Petrogas, banyak sekali kerusakan, seperti saluran pipa yang putus, rusak, serta gangguan salurannya dan lain sebagainya.

"Dalam jangka waktu ini, pasti ada kerusakan, meteran, ada yang bocor, ini penyebab pertama," terangnya.

Baca: Mantan Anak Jalanan Filipina Persembahkan Emas dari Skateboard Hingga Medali Perunggu untuk HUT Ibu

Ia menambahkan, penyebab kedua, dibulan Juli-Agustus 2018 lalu, masyarakat banyak sedekah, banyak hajatan lain, pastinya banyak pemakaian sehingga berdampak terhadap tarif tagihan yang meningkat.

"Ini sebab kedua, dan ketiga, mungkin aja ada kesalahan staff kami yang salah catat meteran, mungkin ada juga yang nembak diatas kuda. Ya itu lumrah, tapi berulang-ulang masih salah, saya sudah ngomong sama staf, akan saya berhentikan kalau itu terbukti," tukasnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved