Buya Menjawab

Kenapa Idul Adha dan Hari Arofah Sangat Dimuliakan oleh Ummat Islam?

Kenapa Idul Adlha dan hari Arofah ccccccc Apa ada kelebihannya, tolong jelaskan Buya.

Kenapa Idul Adha dan Hari Arofah Sangat Dimuliakan oleh Ummat Islam?
IST
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA, kenapa Idul Adlha dan hari Arofah sangat dimuliakan oleh ummat Islam? Apa ada kelebihannya, tolong jelaskan Buya.
Terimakasih. 08527332xxxx

Berita Lainnya:
Niat Puasa Tarwiyah Senin Hari Ini dan Arafah Selasa Besok, Boleh Dibaca Pagi Hari, Ini Keutamaannya

Jawab:
Wassalamualaikum.Wr.Wb.
Ananda, hari raya Idul Adlha itu hari memotong udlhiyah, menyembelih binatang ternak sebagai qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah. Jika seseorang memotong/menyembelih domba (kurban) maka tetesan darah pertama adalah sebagai penebus dosa-dosa yang ia telah ia lakukan. Nabi Muhammad SAW. Bersabda: Hai Fatimah, bangunlah dan selesaikanlah (domba) kurbanmu, bahwasanya Allah SWT. Mengampuni dosa-dosamu pada tetesan pertama darah domba sembelihan (kurban)mu itu."

Selanjutnya Rasulullah SAW. Bersabda "Berkurban dombalah kamu dan bergembiralah dengannya dan ketika darah menetes berarti jatuh pulalah dalam lindungan Allah dari itu sedikit bersedekahlah kamu pasti memperoleh pahala sebesar-besarnya." (Hadits Riwayat Aisyah. RA.)

Hari Arofah (9 ZulHijjah) adalah hari jama'ah haji wukuf di Padang Arofah, pada hariitu Allah SWT. Membanggakan hambaNya yang sedang wukuf; "Hai para Malaikat Kusaksikan kedatangan hamba Kudalam keadaan rambut terurai (kusut) dan berdebu, harta mereka dan tenaganya dikorbankan demi AKU dan saksikan pula bahwa AKU telah mengampuni mereka. Mereka tidak mengetahui berapa besar pahala melontar jamarot, hingga mereka dibangkitkan dari kubur mereka masing-masing, dan apabila mereka telah melaksanakan Thowaf Ifadloh, mereka bersih dari dosa-dosa mereka sebagaimana mereka baru dilahirkan dari perut ibu mereka masing-masing."

Subhaanallah, berbahagialah jika selama hidup di muka bumi ini, seseorang dapat melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah SWT. Baik yang fardlu maupun yang sunnat, karena itu untuk beribadah haji dan berkurban bukanlah ketika ada sisa-sisa uang, akan tetapi disisihkan dan dianggarkan seiring dengan kita menyisihkan anggaran untuk kridit rumah, mobil dll.

Allah akan memberikan rezki menurut apa yang dibutuhkan oleh hambaNya. Mau kikir kikirlah dan mau bermurah hati, bermurahlah. Akan tetapi ingat Rasulullah SAW. Bersabda: "Ada empat (kelompok) yang tidakakan dapat mencium bau Surga, (padahal) bau Surga itu dapat tercium dari (jarak) lima ratus tahun perjalanan: 1. Al-Bakhil, orang yang kikir, 2. Al-Mannaan, orang yang suka mengungkit pemberian, 3. Wamudminulkhomr, orang yang minum khomar, dan 4. wal 'aqqulwaalidain, orang yang durhaka kepada kedua ibu bapaknya."

Semoga kita dijaga/dilindungi Allah SWT. Dari hal-hal yang dimurkai Allah dan diberiNya Taufiq untuk dapat melaksan akan amal-amal shaleh sebelum wafat. Aamiin. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved