Berita Muaraenim

2 Calon Jemaah Haji Muaraenim Wafat Langusng Digantikan Ahli Waris, Begini Pengurusannya

Menurut Ainudin, pada tahun 2018 ini, Kementerian Agama memberlakukan kebijakan baru mulai tahun ini calon jemaah haji yang wafat

2 Calon Jemaah Haji Muaraenim Wafat Langusng Digantikan Ahli Waris, Begini Pengurusannya
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak panitia CJH dari Kemenag Muaraenim melakukan pemuatan tas milik para CJH asal Kabupaten Muaraenim yang akan dibawa ke Palembang, di Kantor Kemenag Muaraenim, Selasa (31/7). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Dua Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Muaraenim yang meninggal dunia, yakni Eha Kuarniasih (52) warga Lawang Kidul dan Nasrohim (55) warga Belimbing, digantikan langsung dengan ahli warisnya masing-masing, Selasa (31/7/2018).

"Keduanya digantikan oleh anaknya masing-masing, kalau Eha digantikan oleh Intan Rahmawati dan Nasrohim digantikan oleh Abdul Rahim," ujar Kepala Kantor Kementrian Agama Muaraenim H M Abdu melalui Kasi Penyelengaraan Haji dan Umroh H Ainudin.

Menurut Ainudin, pada tahun 2018 ini, Kementerian Agama memberlakukan kebijakan baru mulai tahun ini calon jemaah haji yang wafat dan telah masuk daftar estimasi keberangkatan, dapat digantikan oleh ahli warisnya.

Pelimpahan nomor porsi jamaah wafat sebelum berangkat haji kepada ahli warisnya dilakukan oleh pihak Kementerian Agama Pusat.

“Ahli waris bisa langsung yang mengajukan ke pusat. Proses penggantiannya pun bisa langsung dilakukan tanpa mendaftar ulang,” katanya.

Menurutnya, ahli waris yang dapat menggantikan adalah suami/istri/anak kandung/menantu yang dibuktikan dengan hasil penetapan pengadilan.

Ahli waris harus mengajukan ke Siskohat Kemenag Pusat, karena di daerah tidak bisa mengubah nomor porsinya.

Dan jemaah wafat yang bisa digantikan adalah mereka yang telah ditetapkan masuk dalam daftar keberangkatan tahun berjalan.

Jika belum masuk daftar keberangkatan pada tahun berjalan, akan diproses, tetapi akan berangkat sesuai dengan tahun keberangkatannya.

Mereka harus mengajukan ke Siskohat Pusat, karena tidak bisa dilakukan Kanwil Kemenag Provinsi atau Kankemenag Kabupaten/Kota.

Tahun 2018 ini, kata Ainudin, Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Muaraenim tercatat sebanyak 283 orang, yang terdiri dari 131 jamaah laki-laki, dan 152 jamaah perempuan, dan tiga di antaranya adalah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

CJH Kabupaten Muaraenim direncanakan akan berangkat dari di Masjid Babussalam, Komplek Islamic Center Muaraenim ke Asrama Haji Palembang pada tanggal 1 Agustus 2018, menginap satu malam.

Kemudian tanggal 2 Agustus 2018 menuju ke Jeddah, Arab Saudi. CJH Muaraenim masuk pada gelombang dua dan tergabung dalam kloter 12 Embarkasi Palembang.

Baca: Sering Tampil dengan Make up Natural, Ini Potret Memesona Dita Soedarjo, Calon Istri Denny Sumargo

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Pagaralam Gelar Berbagai Perlombaan

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Pagaralam Gelar Berbagai Perlombaan

Baca: Sudah Tinggalkan Sriwijaya, Marckho Merauke Bikin Persija Resah

Baca: Menyalib Tronton Trailer & Oleng Hindari Mobil, Siswa MTs di Palembang Ini Tewas Seketika

Baca: Niat Pulang dari London Beri Surprise untuk Marsha Aruan, Rencana El Rumi Malah Gagal karena Hal Ini

Baca: 30 Menit Ditinggal Masuk Rumah, Motor didalam Pagar Terkunci Lenyap

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved