Berita Palembang

Musim Kemarau Rentan Terkena Virus Flu, Berikut Upaya Pencegahannya Menurut Dokter Kurnia Gani

Mencakup kebutuhan nutrisi yaitu empat sehat lima sempurna yang seimbang dari Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Musim Kemarau Rentan Terkena Virus Flu, Berikut Upaya Pencegahannya Menurut Dokter Kurnia Gani
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Pasien yang sedang konsultasi kesehatan ketika musim kemarau melanda banyak orang, Senin (22/7). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Musim kemarau yang melanda Sumatera Selatan (Sumsel) akan berkahir pada bulan September 2018, suhu udara yang sangat panas di tambah efek rumah kaca membuat masyarakat gerah dan banyak yang terkena virus flu atau pun demam tinggi.

Kurnia Ghani salah seorang dokter umum mengatakan faktor virus flu dan demam tinggi musim kemarau karena udara kering, asupan air berkurang, banyak lalat dan debu maka orang mudah terserang beberapa penyakit.

"Kemarau panjang juga bisa menurunkan daya tahan tubuh. Apalagi sumber air bersih susah didapat. Faktor udara yang kering, membuat lingkungan jadi tambah tidak sehat,"ujarnya saat di hubungi, Senin (23/7).

Lanjutnya lagi, agar tidak mudah terkena penyakit sebaiknya makanan dan minuman yang menunjang kesehatan tubuh yaitu semua yang berbahan alami, tidak berpengawet.

Mencakup kebutuhan nutrisi yaitu empat sehat lima sempurna yang seimbang dari Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

"Jika asupan nutrisi cukup maka secara signifikan tubuh bisa membentuk imunitas yang bagus, dan tidak mudah sakit," jelasnya.

Sementara itu, cuaca di Kota Palembang pagi hari mencapai 24 hingga 26 derajat celcius, siang hari 29 hingga 34 derajat celcius dan malam hari 27 hingga 30 derajat celcius, sedangkan suhu maksimum diperkirakan mencapai 33 hingga 34 derajat celcius.

Untuk suhu udara di wilayah Sumsel dataran rendah sekitar Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI suhu udara 24 hingga 33 derajat celcius dan kelembaban Udara 50 perse hingga 95 persen.

Sementara itu Nandang, Kasi Data dan Informasi BMKG mengatakan Kemarau melanda Sumsel dsri bulan Juli hingga September 2018 ini, suhu udara memang sangat panas dengan maksimum suhu 34 derajat celcius.

"Pagi hari cerah berawan dan berawan, suhu udara panas nya cukup tinggi, dan potensi hujan juga ada tapi hujan lokal," jelasnya.

Baca: Setia Mendampingi Mesut Oezil, Sosok Wanita Ini Sebut Aku Selalu Bangga Padamu Cintaku

Baca: Pedagang Keluhkan Larangan Parkir di Bahu Jalan, Begini Solusi dari Dishub dan Satlantas

Baca: DR Tarmizi Jadi Ketua ICMI dan FKUB OKU, Berikut Struktur Lengkap Kepengurusannya

Baca: Tim PPATK Ungkap Sumsel Masuk Peringkat ke-7 Laporan Keuangan Transaksi Mencurigakan

Baca: Lagi Tren Layar Smartphone, dari Kamera Tersembunyi, Poni Hingga Lubang

Baca: Yamaha NMAX Terima Penghargaan “Good Design Indonesia” 2018, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Baca: Yamaha NMAX Terima Penghargaan “Good Design Indonesia” 2018, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Baca: Azriel Hermansyah Foto Bareng Nissa Sabyan, Wajah Keduanya Disoroti Hingga Didoakan Berjodoh

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved