Titik Api Bermunculan di Sumsel, 24 Jam Tidur di Hutan

Dalam tiga hari kedepan wilayah Provinsi Sumsel memasuki siaga merah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut seiring dengan semakin

Titik Api Bermunculan di Sumsel, 24 Jam Tidur di Hutan
ANTARA/Rony Muharrman
TITIK PANAS RIAU - Petugas pemadam kebakaran dibantu polisi dan warga berusaha memadamkan api kebakaran lahan di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/7) malam. Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, terdeteksi adanya peningkatan titik panas di Provinsi Riau sebanyak 61 titik panas dari data sebelumnya 29 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman) 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Dalam tiga hari kedepan wilayah Provinsi Sumsel memasuki siaga merah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut seiring dengan semakin berkurangnya curah hujan dan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Berita Lainnya:
Dua Hari Lagi Siaga Merah Karhutla Sumsel, Satgas Karhutla Sumsel Prioritaskan 56 Desa

Menurut Dansatgas Karhutla, Kol Inf Iman Budiman SE didampingi Wakil Bidang Teknisi, H Yulizar Dinoto SH dan Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi sebagai upaya peningkatan pencegahan dan kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan, kebun dan lahat (Karhutbunla).

"Mengingat di Palembang ini akan ada event besar yaitu Asian Games maka sejak beberapa bulan yang lalu sudah siaga Karhutla," ujarnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Kantor BPBD Sumsel Jalan Arah Bandara SMB II Palembang," ujarnya, Selasa (17/7).

Lebih lanjut Kol Inf Iman Budiman menjelaskan, siaga ini dibagi dalam beberapa tinggkatan yaitu siaga hijau dari Januari sampai 15 Mei, lalu siaga kuning dari 15 Mei - 20 Juli, siaga merah dari 20 Juli sampai September. Untuk siaga ini tetap dilakukan sampai awal Oktober.

"Kalau saat ini masih siaga kuning, namun siap-siap siaga merah. Mulai besok di Posko Karhutla yang ada di Kantor BPBD Sumsel di jalan arah ke Bandara SMB II Palembang ini buka 24 jam," katanya.

Ia juga mengatakan, beberapa hari ini muncul titik-titik hotspot dibeberapa wilayah. Untuk tanggal (17/7) terpantau ada tujuh titik api yaitu di wilayah OKI, Musirawas dan Muaraenim.

Sebenarnya ada 56 desa rawan kebakaran yang tersebar di Kabupaen OKI, OI, Musirawas, Muba, Banyuasin dan lain-lain. Untuk itu para petugas yang ada disiagakan melakukan operasi darat dengan sebutan pati geni yang nantinya akan siaga 24 jam tidur di lapangan.

Sementara untuk posko Karhutla sendiri ada 756 posko yang tersebar di 17 kabupaten. Posko ini disiagakan dalam upaya untuk pengendalian Karhutla menghadapi Asian Games. 756 Posko ini ada diberbagai satuan seperti satu posko bersama provinsi, satu posko Korem, satu posko Polda, satu posko Lanud, 18 posko lapangan bersama, 9 posko di Kabupaten, 167 posko lapangan dari perusahaan perkebunan, 185 posko lapangan dari perusahaan HTI, 50 posko mangala Agni, 65 posko KTPA Disbun, 120 posko MPA Perusahaan HTI dan 135 posko KTPA Perusahaan Perkebunan. Kalu untuk anggota personil total seluruhnya ada 7.649 personil.

Lebih lanjut Iman menjelaskan, semua pengerahan, strategi operasi diterapkan di lapangan dengan titik-titik berat. Idealnya ada 60 tim terdiri dari Satgas Gabungan. Tim terdiri dari 10 orang. Angkatan Darat 4-5 orang. Selain itu ada satuan tugas penegakan hukum di situ, ada Manggala Agni di dalamnya sebagai pasukan pengintai depan yang akan berputar melindungi daerah-daerah kolam yang tercatat spot desa yang paling rawan.

"Untuk kendala di lapangan seperti cuaca dan kondisi air yang sulit. Penanggulangan Karhutla dilakukan oprasi darat dulu, kalau darat tidak bisa teratasi baru udara. Untuk udara kita mengajukan 10 pesawat, namun yang sudah ada baru tiga, sisanya akan menyusul," ungkapnya.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Badan Meterologi SMB II Palembang, Agus Santoso menambahkan, memang cuaca sangat mempengaruhi. Beberapa hari ini terpantau merah. Angin di Sumsel ini dari arah Tenggara dari pembentukan awan sudah sulit untuk terjadinya hujan. Suhu permukaan air juga dingin, jadi negatif padahal harusnya hangat.

"Yang perlu diperhatikan itu asap searah bertiupnya angin yaitu dari arah Tenggara," ungkapnya. (fiz/nda/TS)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved